|
Santapan Rohani....Jasmani G Bersukan | |
Ramai di antara aktivis-aktivis masyarakat hari ini begitu bersemangat ingin melaksanakan pelbagaiProgram-program dan aktiviti-aktiviti menyentuh nilai-nilai kemasyarakatan dan islam. Pada dasarnya memang ianya nampak suatu pekerjaaan yang mulia lagi terpuji. Sedang dalam kesibukan dalam pelan perancangan dan perlaksanaan, aktivis-aktivis ini terlupa bahwa mereka matlamat mereka melaksanakan program-program dan aktiviti-aktiviti sebegini. Jika matlamat yang asal adalah kerana inginkan harta, pangkat dan nama maka matlamat ini kemungkinan tidak akan pernah terpesong dari landasannya. Namun jika matlamat yang utama adalah Allah dan RasulNYA, maka inilah yang kadangkala kita akan terpesong dari matlamat yang asal. Perlu diingat bahwa setiap kali tujuan atau matlamat ialah Allah dan Rasul maka kita perlu koreksi diri adakah kita ini tergolong dalam golongan yang akrab dengan Allah dan Rasul. Hubungan antara Allah itu amat penting kerana apa yang di perjuangkan adalah agamaNYA, maka jika di restui dan di redhai Allah maka tentulah bantuan dan segala macam pertolongan akan di beri. Ia boleh di ibaratkan sebagaimana seorang anak yang ingin meminta sesuatu dari ibu dan bapanya, maka anak itu akan melakukan sesuatu untuk menarik perhatian atau mencuba mengambil hati ibu bapanya supaya mudah mencapai apa yang diinginnya. Seperti itu jualah kita, kita ingin program dan aktiviti dakwah kita subur dan berjalan lancer namun bagaimana halnya kita dengan Allah? Renungkan kembali ayat Allah ini:
Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi." Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (2:11) Kembalilah kepada matlamat yang asal. Assolah da’wah. Cetusan minda: Asrul 22 Ramadhan 1429H 
Sinopsis Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru! Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya. Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da'watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah). 
Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer. Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman. Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan. Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu. “Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”  Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan. Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah. Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu. Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung. Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun...Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus...hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau. 
p/s: Anda boleh menyaksikan trailer filem ini di bahagian video di blog ini. Sumber: http://www.sangmurabbi.com/
 Pelik, mahasiswa UiTM berani keluar berdemo bantah cadangan Khalid Wan Nordin Wan Yaacob Wed | Aug 13, 08 | 1:59:25 pm MYT
| | Amat jarang sekali kita mendengar mahasiwa Universiti Teknologi Mara (UiTM) keluar beramai-ramai untuk berdemonstrasi bagi menyatakan bantahan terhadap sesuatu pihak samada kerajaan mahupun pihak lain.
Namun peristiwa semalam (Selasa 12 Ogos) amat menarik untuk diperhalusi dimana lebih 5000 mahasiswa UiTM berdemonstrasi di hadapan Bangunan Setuausaha Kerajaan Selangor (SUK) bagi membantah cadangan Menteri Besar Selangor, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim untuk membuka 10 peratus kuota kemasukan UiTM kepada bukan bumiputera. Sebelum ini umum mendengar laporan bahawa pernah beberapa orang mahasiswa universiti berkenaan diambil tindakan berikutan menyertai himpunan aman anjuran persatuan-persatuan mahasiswa. Sebagai contoh, seorang mahasiswa UiTM Shah Alam, Herman Sanuddin pernah ditahan polis dalam himpunan aman di hadapan Masjid Negara pada tahun 2000 bagi membantah penggunaan Akta Keselamatan Dalamdan Negeri (ISA). Berikutan itu, Herman digantung pengajiannya hingga kini meskipun ketika digantung, pelajar terbabit belum pun dibuktikan bersalah di mahkamah atas dakwaan meny ertai perhimpunan aman. Ketika itu UiTM ditadbir oleh Naib Canselornya yang cukup popular, Ibrahim Abu Shah yang juga dikenali sebagai penyokong Umno. Malang sekali, kali ini dengan bukti yang kukuh, dengan gambar yang cukup jelas, 5000 mahasiswa yang berhimpun di hadapan SUK semalam tidak pun diambil tindakan oleh universiti yang ditadbir Ibrahim Abu Shah. Jauh sekali kata-kata amaran dikeluarkan UiTM kepada pelajarnya untuk menghalang dari menyertai himpunan aman tersebut. Cukup terbuka dan cukup bebas nampaknya Ibrahim Abu Shah kali ini, membiarkan mahasiswa UiTM berdemonstrasi sedangkan sebelum ini beliau begitu anti kepada kelompok yang berdemonstrasi. Apakah yang tersirat di sebalik keterbukaan Ibrahim Abu Shah kali ini atau sebenarnya ada pihak yang 'menyalakan api' supaya mahasiswa-mahasiswa ini berdemontrasi tanpa memikirkan siapa dibelakang tabir peristiwa bersejarah ini. Umum mengetahui, sejarah-sejarah penglibatan mahasiswa dalam himpunan-himpunan aman banyak berkisarkan kepada gerakan yang dibawa daripada beberapa universiti terkemuka antaranya Universiti Malaya (UM); Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Sekitar tahun 1998 hingga 2001, ramai pelajar dari UM, UKM dan UIAM ditahan kerana menyertai dan menganjurkan himpunan aman membantah dasar-dasar kerajaan ketika itu. Namun, jarang sekali kita mendengar kelompok pelajar UiTM menyertai himpunan aman, dan jika ada sekalipun hanyalah menjadi peserta dan bukan penganjur. Amat pelik sekali isu yang dibantah berdasarkan kepada cadangan yang dikemukankan oleh Khalid yang hanya semata-mata cadangan tanpa boleh mengganggu dasar sedia ada UiTM yang ditetapkan oleh kerajaan pusat. Khalid sendiri tidak ada kuasa kerana beliau hanyalah Menteri Besar dan bukannya Menteri Pengajian Tinggi yang ada kuasa ke atas UiTM. Atas dasar itulah, ramai tertanya mengapa kerajaan Selangor yang menjadi tumpuan mahasiswa UiTM berhimpun di hadapan SUK membantah cadangan Khalid sedangkan MB Selangor itu tiada kuasa dalam menentukan dasar universiti berkenaan. Mulalah akhbar arus perdana melaporkan kenyataan-kenyataan yang mengecam Khalid kononnya MB Selangor itu tidak memperjuangkan hak orang Melayu dengan cadangan ini, sedangkan beberapa tahun lalu cadangan yang sama pernah dikemukankan oleh kerajaan Umno-BN sewaktu Tun Dr Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri. Apakah Umno ketika itu 'prihatin' kepada orang Melayu/bumiputera dengan cadangan itu? Mungkin ramai yang tidak menyokong cadangan Khalid, namun amat pelik sekali apabila isu ini sengaja diperbesarkan dalam media sedangkan cadangan Khalid tidak akan menjadi barah kepada kerajaan pusat untuk mengubah dasar UiTM. Dalam hal ini boleh dianggap bahawa himpunan yang dibuat seperti 'seorang doktor yang merawat pesakitnya yang demam, namun ubat yang diberikan ialah ubat kencing manis'. Siapa di belakang pelajar ini mungkin persoalan ini boleh dilontarkan kepada Ibrahim Abu Shah sendiri yang hingga kini tidak membuat sebarang kenyataan berhubung tindakan pelajar berhimpun. Mungkin himpunan sebegini nilainya diharuskan oleh Ibrahim atau Umno-BN merelakan himpunan sebegini kononnya demi kepentingan menjaga kepentingan Melayu. Satu persoalan yang perlu dijawab mahasiswa yang terbabit dengan himpunan, sejak bilakah Umno-BN menjadi benteng kepada hak dan kepentingan Melayu hingga gula-gula sedemikian termakan oleh mereka?_
Sumber: www.harakahdaily.net | April 23rd, 2008 | by Abu Saif | 3,627 Views | Print This Post | Email this post |  “Dia sudah kurangkan minum araknya dari siang malam pagi petang, kepada meminumnya hanya untuk sesekali menghilangkan ketagihan!”, kata si A. “Rasanya saya ada nampak dia pergi masjid untuk sembahyang Jumaat. Ok la tu, at least dia sudah mula sembahyang”, ujar si B tentang rakannya. HUKUM VS DAKWAH Perkembangan separuh-separuh begitu, akan dibalas bergantung kepada persepsi seseorang. Jika kita melihatnya dari kacamata hukum, maka minum arak sesekali tiada bezanya dengan minum arak sentiasa. Dia tetap seorang peminum arak. Orang yang hanya bersembahyang Jumaat dengan meninggalkan sembahyang fardhu yang lima secara harian itu, tetap dilihat sebagai mengingkari kewajipan besar yang disyariatkan oleh Allah SWT. Tetapi bagi pendakwah yang bekerja merawat manusia, ia mungkin akan dilihat sebagai suatu perkembangan yang positif. Meninggalkan ketagihan arak secara harian dan mula mampu memilih waktu tertentu sahaja untuk meminumnya, adalah suatu peningkatan. Self control diri peminum itu mungkin sedang melalui proses membina kekuatan. Begitu juga dengan orang yang tidak pernah bersolat, mula ‘memberanikan’ diri untuk menghadiri solat Jumaat, ia merupakan proses menjinakkan dirinya dengan sesuatu yang mungkin begitu asing bagi dirinya sebelum ini. Jiwa Dai’e Otak Faqih, artikel yang saya tulis lama dahulu, sedikit sebanyak menjelaskan persepsi saya tentang hal ini. Seorang Muslim yang berjiwa dai’e, menghargai setiap perkembangan seseorang biar pun masih jauh dari mencapai kesempurnaan. Apa yang dilihat, bukan berapa banyak yang dia belum buat, tetapi berapa banyak yang dia sudah mula laksanakan. Tetapi… IDOLA Saya khuatir apabila mad’u yang berubah-ubah secara beransur ini, adalah seorang public figure yang menjadi idola dan ikutan ramai. Golongan yang saya maksudkan ini adalah para ARTIS. Mungkin buruk benar jika saya katakan bahawa, saya lebih suka jika artis-artis ini tidak bertudung, tidak bercakap soal agama dan langsung tiada kelihatan kepedulian mereka terhadap agama. Lantas apabila ada yang berhasrat untuk berhijrah, mereka berhijrah sepenuhnya. Orang tidak merujuk kepada artis untuk mencari contoh beragama. Kalau ditanya kepada emak saya, tentu ingatan yang tidak mungkin beliau lupakan ialah kehilangan seorang selebriti pembaca berita terkenal di RTM iaitu Wan Chik Daud. Hijrahnya memakai tudung telah ‘mengundurkan’ dirinya dari muncul di kaca televisyen, sedangkan beliau amat dekat di hati masyarakat kerana suaranya yang beraura ketika membaca berita dan mengacarakan majlis, hilang secara tiba-tiba (sehingga kini RTM menjadi satu-satunya stesyen televisyen negara yang masih tidak membenarkan pengacara dan pembaca beritanya memakai tudung). Tetapi kebelakangan ini, hijrah yang berlaku mula sekerat-sekerat. Khususnya dalam konteks pemakaian tudung. http://www.youtube.com/watch?v=r1E3l-tEJQI (lihat klip ini utk melihat perbezaan perspekstif hijab)
TUDUNG SILAM Tidak dapat saya nafikan, bahawa jiwa ini lebih sejahtera ketika orang perempuan kita tidak pandai menggayakan fesyen dengan tudung. Bermula dengan tidak bertudung, kemudian bertudung bawal dan kemudian bertudung labuh serta bulat, dan mungkin sebahagian memilih untuk berpurdah. Terpulang. Tudung di kala itu adalah suatu perjuangan untuk seorang wanita Muslimah membina jati dirinya. Memakai tudung ialah suatu proses besar yang memerlukan pengorbanan. Namun tudung mengalami evolusi, seiring dengan nasyid dan ‘perkara-perkara Islam yang lain’ apabila kreativiti ditumpahkan kepadanya supaya tudung jangan lagi dikaitkan dengan imej bosan, tidak menonjol dan distinguished from others. Bertudung tetapi masih boleh kelihatan ‘cantik’. Lantas pelbagai cara pemakaian tudung berlaku, pelbagai fesyen diketengahkan, seiring pula dengan busana Muslim yang terkini, diangkat menjadi industri antarabangsa.  Tetapi di manakah kerisauan saya? TUDUNG CACAT Konflik berlaku apabila kita melihat kebelakangan ini, penggayaan fesyen dilabelkan sebagai Islam sedangkan ia amat jauh dari menepati hukum asas Islam. Tudung dipakai sekerat dengan membiarkan bahagian depan terkeluar… ia dikategorikan sebagai Islamik dan sesuai untuk menonjolkan imej seorang Hajjah. Dari tudung yang cukup untuk melindungi leher dan dada, artis-artis yang telah berhijrah ini mula mengurangkan tudungnya kepada sekadar menutup rambut tetapi dibiarkan telinga, leher dan dada terdedah. Apabila pakaian-pakaian seperti ini semakin berleluasa, ia menghantar satu mesej yang salah kepada masyarakat. Pemakaian seperti ini dianggap sebagai telah menyelesaikan tuntutan Islam, sedangkan ia masih jauh lagi dari ukuran Islam terhadap apa yang dinamakan sebagai hijab. Lebih khuatir lagi, apabila nama-nama besar dalam industri fesyen memberikan sentuhan mereka untuk mencantikkan lagi ‘pakaian cacat’ ini, dan ia diperagakan atas nama Busana Islam! Terpulang, jika tudung mahu dihias cantik dengan labuci dan renda. Terpulang jika jubah mahu dibuat dari material hebat seperti French Lace dan sebagainya. Tetapi tudung hanya menjadi tudung apabila ia berjaya melindungi rambut, telinga, leher dan dada seorang wanita yang mahu mentaati Allah di dalam pakaiannya. Jubah hanya menjadi jubah apabila ia berjaya melindungi rupa tubuh seorang perempuan kecuali muka dan tapak tangannya. Sebagai pendakwah, saya tetap menghargai perubahan beransur yang berlaku dari seorang yang berpakaian seksi kepada berpakaian yang lebih sopan, serta sehelai kain yang diletakkan di atas sebahagian kepala. Dakwah boleh mendefinisikannya sebagai ’suatu perubahan’. Namun untuk difahamkan bahawa pakaian sedemikian adalah fesyen Islam, busana Islam dan sudah memenuhi tuntutan Islam… ia adalah suatu pencemaran kepada kefahaman Islam.  Wahai orang-orang yang beriman! masuklah kamu ke dalam agama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; Sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata. [Al-Baqarah 2: 208] Saya tidak akan memadamkan catatan pengorbanan Muslimah yang berusaha untuk menutup aurat mereka dengan sempurna hingga diludah di kampus-kampus. Saya tidak akan pencilkan catatan pengorbanan sebahagian artis yang meninggalkan dunia glamour yang melumpuri kehidupan mereka demi untuk menghayati ajaran Islam yang betul. Segala perit pahit mereka tidak harus terpadam oleh fesyen baina-baina (sekerat-sekerat) yang semakin berleluasa sekarang ini. INPUT PROSES OUTPUT Juga tidak harus dilupa, tudung itu adalah proses. Sama juga seperti solat dan puasa. Syariat mengkehendaki seorang Muslim dan Muslimah berpakaian dengan pakaian tertentu, melakukan ibadah tertentu, tujuannya adalah untuk memproses hati dan tingkah laku. Memakai tudung bukan tanda seorang itu sudah baik, sebaliknya untuk seseorang memperbaiki diri dia harus memakai tudung dengan sedar (full of consciousness). Bukan dia baik dengan alasan dia bertudung, sebaliknya kalau hendak jadi baik, kenalah bertudung. Orang yang berpakaian kerana Allah, hanya ada Satu Tuhan yang mahu digembirakannya. Orang yang berpakaian untuk menyedapkan mata manusia memandang, akan menjadi hamba kepada tuhan-tuhan kecil yang mahu digembirakannya. Apakah nawaitu kepada perubahan itu? ABU SAIF @ www.saifulislam.com 56000 Kuala Lumpur RAHSIA & KELEBIHAN KAYU KOKKA Jenis kayu Bahtera Nabi Nuh AS - Tongkat Nabi Musa AS Setiap ciptaan Allah SWT mempunyai pelbagai rahsia dan kelebihan yang tersirat. Sinaran matahari dan titisan hujan menyuburkan bumi yang tersimpan padanya pelbagai rahsia unik. Kemudian dari pelbagai ciptaanNya itu disertakan khasiat yang tersendiri. Tiada suatu pun makhluk yang Allah ciptakan di alam ini melainkan bersamanya turut tersimpan seribu satu rahsia. Allah SWT memerintahkan manusia mencari dan mengkaji bagi mengetahui hikmah dan khasiat yang terkandung di dalamnya. Dengan taufik dan hidayahNya, manusia mampu berfikir dan mendapat petunjuk dalam usaha menerokai khazanah Allah SWT lalu menemui pelbagai hasil galian dan tumbuhan semulajadi yang bermanfaat. Sepertimana kita sedia maklum, Rodium, Paladium, Platinum, Emas dan Perak merupakan bahan logam yang paling berharga dalam industri barangan perhiasan. Menurut urutan, Rodium merupakan logam paling mahal dan sukar didapati. Bagi wanita misalnya, Emas adalah sangat tinggi nilainya. Antara logam bernilai tinggi dalam industri pembinaan pula adalah Titanium yang digunakan untuk membina pesawat dan seumpamanya kerana ia keras serta ringan. Terdapat pelbagai logam lain yang mempunyai kelebihannya tersendiri. Namun dalam kebanyakan logam, magnet atau besi berani adalah logam yang paling aneh dan unik. Di dalam kategori kayu pula, kajian saintifik mendapati Tongkat Ali mengandungi khasiat sebagai penawar bagi menguatkan tenaga dalam tubuh badan manusia. Terdapat juga pelbagai jenis akar dan kayu yang boleh dijadikan ramuan sebagai penawar dan penyembuh penyakit. Kayu Tas pula mempunyai kelebihan sebagai pelindung sepertimana yang digunakan oleh pengendali pertunjukkan sarkis bagi menakut dan menundukkan binatang buas. Manakala kayu Kokka pula merupakan kayu paling tinggi mutunya dalam segala jenis kayu yang terdapat di muka bumi ini. Ianya telah digunakan sejak zaman Nabi-nabi yang terdahulu. Contohnya seperti bahtera Nabi Nuh AS, tongkat Nabi Musa AS dan Nabi Syuaib AS diperbuat daripada kayu Kokka. Kesemua ciptaan Allah SWT hanyalah merupakan perantaraan semata. Allah SWTmutlaq atas segalanya. YAKIN dan berserah hanya kepada Allah SWTPERCAYA dan terokailah akan ciptaanNya yang mempunyai pelbagai rahsia dan kelebihan. jualah yang berkuasa selayaknya. Kayu Kokka terdapat padanya pelbagai rahsia dan kelebihan sebagai penawar, penyembuh dan pelindung. Apatah lagi jika diguna pakai dalam bentuk Tasbih. Kayu Kokka juga boleh menjadi lebih tinggi harga dan nilainya dari masa ke semasa. Kayu Kokka wajar dimiliki oleh setiap individu sepertimana perlunya kotak ‘First Aid’ sebagai persediaan di saat kecemasan atau darurat. Diantara rahsia dan kelebihan kayu Kokka menurut pengalaman mereka yang telah memakainya: - Rumah yang memilikinya; aman dari ancaman dan gangguan pelbagai jenis makhluk, insya Allah.
- Anak menangis tidak dapat tidur; letak di bawah bantal atau rendam sebahagiannya ke dalam air lalu diberi minum, insya Allah akan tidur.
- Sakit gigi; rendam sebahagiannya ke dalam air suam, kemudian berkumur dengannya dan minum, insya Allah sembuh.
- Sakit kepala, sakit urat atau otot; gosok-gosokkan ke bahagian yang sakit, insya Allah lega.
- Demam, sakit Kuning, kerongkong, tongsil, guam dan ruam; rendam air dan beri minum atau titiskan ke dalam mulut, insya Allah sembuh.
- Ibu dalam pantang; bawa bersama semasa tidur, rendam ke dalam air suam dan minum. Insya Allah aman dan sembuh segera.
- Termakan santau atau terkena racun; rendamkan ke dalam air dan beri minum, insya Allah sembuh.
- Sekiranya dipakai pada tubuh badan, insya Allah akan terhindar dari binatang liar atau berbisa.
- Letakkan pada bahagian yang terkena gigitan binatang berbisa, insya Allah akan hilang segala bisanya.
- Jika dibawa bersama ketika berjumpa orang zalim, insya Allah akan tenang dan aman.
- Sekiranya memakai ketika orang hendak menyusahkan kita, insya Allah mereka tidak akan terdaya.
- Menurut sejarah yang berlaku di negara jiran, pembebas-pembebas di 4 wilayah telah membawanya bersama semasa berperang, lalu mengakibatkan pandangan musuh menjadi kabur dan pemakainya beroleh kemenangan, alhamdulillah.
- Jika dalam keadaan yang amat terdesak, logam panas yang pantas kilat lagi bahaya insya Allah tidak akan memudaratkan pemakainya yang beriman dan beramal soleh.
Kepada sesiapa yang ada memilikinya, membawanya sahaja walau sebiji, jaga amalan dan mohon kepada Allah SWT agar Dilindungi dari bahaya penyakit berjangkit, insya Allah. Akan bertambah lagi khasiatnya jika digunakan sebagai tasbih untuk berzikir. Sesungguhnya Allah SWT jualah yang Maha Berkuasa atas segalanya. Menurut segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya serta sentiasa mengingati Allah SWT dan mohon kepadaNya adalah penting dalam memperoleh keselamatan serta kesejahteraan di dunia dan akhirat. Yang baik itu datangnya dari Allah SWT dan yang buruk itu adalah dari kelemahan kita sendiri. Semoga dapat dimanfaatkan demi Agama, Diri, Keluarga dan Negara, INSYA ALLAH. sumber: www.darulnuman.com
Awasi unsur syirik jika guna kayu koka ( Ulasan saya di bawah sekali ) Oleh Dato' Dr Haron Din Apakah dia kayu koka? Betulkah kayu koka ini sejenis kayu yang diperintahkan Allah untuk digunakan Nabi Nuh a.s. membuat kapal dan menyuruh Nabi Musa a.s. mengambil tongkat yang juga diperbuat daripada kayu koka. Banyak orang sanggup membeli kayu koka dengan harga yang terlalu mahal. Ada yang berbentuk tongkat, tasbih dan batu cincin. Kononnya ia boleh menjadi penghadang daripada jin dan syaitan, menyembuhkan penyakit serta memurahkan rezeki. Apakah ini ada isyarahnya dalam al-Quran atau as-Sunnah? Abu Bakar Zakaria, Damansara, Selangor Saya pernah melihat kayu koka dalam semua bentuk. Pernah dihadiahkan kayu tersebut oleh beberapa orang kepada saya. Malah saya pernah membaca ada sebuah buku yang diterbitkan di Malaysia, disebutkan tentang penggunaan dan kebaikan kayu koka seperti yang saudara sebutkan. Sepanjang hidup saya, tidak pernah mendengar tentang kayu koka ini, melainkan sejak dua tiga tahun kebelakangan ini. Ada pelajar yang pulang dari Jordan, bertemu saya dan memperkenalkan kayu koka. Beliau berhasrat menjualnya kepada saya kerana dia mengatakan sayalah orang yang paling layak memakai atau menggunakan kayu koka. Saya berbincang panjang dengan beliau, malah saya menasihatkan beliau mencari profesyen lain daripada menjual kayu koka. Persoalan ini lama kelamaan semakin timbul. Saya melihat orang memakai cincin yang batunya diperbuat daripada kayu koka. Kebetulan saya dapati bukan kayu sebenarnya, tetapi ia buah yang terlalu keras. Oleh kerana tampung buah itu terlalu keras, maka daripadanya diperbuat pelbagai bentuk atas nama kayu koka. Ada juga yang saya jumpa ia diperbuat daripada kayu betul. Pada saya, semua yang dikaitkan dengan kuasa makhluk-makhluk 'madi' seperti kayu, batu dan sebagainya yang dikaitkan dengan memberi bekas, kecelakaan atau kemanfaatan, inilah yang dilarang oleh Islam. Ini termasuk dalam larangan Rasulullah s.a.w. dalam bersabdanya (mafhumnya); "Sesungguhnya jampi mentara yang mengandungi kesyirikan kepada Allah SWT dan semua jenis tangkal, ilmu pengasih yang menggunakan sihir, semuanya adalah syirik terhadap Allah SWT." (Hadis sahih) Kalau sekadar perhiasan, yang semata-mata perhiasan, seperti membuat batu cincin atau gelang, yang tidak dikaitkan dengan sebarang kemudaratan atau kebaikan daripadanya, boleh digunakan. Seperti kita menggunakan batu permata, emas dan perak, semata-mata untuk perhiasan, adalah diharuskan. Oleh kerana penggunaan kayu koka ini sudah menjadi suatu profesyen yang pembeli atau penggunanya terpukau dengan penjelasan yang menarik, maka banyak orang yang tertipu dengan penerangan, lalu membelinya. Jika berlaku kebetulan, seorang yang sempit rezekinya, memakai kayu ini, murah rezekinya. Jika dikaitkan rezeki yang murah berpunca dari kayu tersebut, jelas berlaku syirik terhadap Allah. Tidak boleh ada kuasa lain yang memberi rezeki kepada makhluk melainkan Allah sahaja. Banyak ayat al-Quran yang menyebut bahawa Allahlah pemberi rezeki yang sebenarnya. Kayu koka mungkin ada khasiat khusus dalam perubatan yang termasuk dalam jenis herba. Jika ia merupakan herba, dilarutkan atau dimasukkan dalam apa-apa adunan, yang mungkin sesuai mengubati penyakit tertentu, itu termasuk dalam salah satu bentuk rawatan penyakit. Itu pun salah satu yang diharuskan kerana ada dalam hadis-hadis Nabi s.a.w. yang merujuk rawatan penyakit secara memakan ubat. Nabi s.a.w. pernah menyebut tentang madu lebah, bijirin hitam (Habbatus Saudak), jintan hitam, jenis tanaman seperti 'assina' dan 'assinut'. Dalam al-Quran disebut 'at-tiin', 'az-zaytun', 'ar-rummaan', 'an-nahiil' dan sebagainya yang merujuk kepada buah-buahan. Ini termasuk dalam kajian-kajian untuk dijadikan ubat bagi menyembuhkan penyakit tertentu. Persoalan saya tentang pengguna kayu kota atau apa sahaja kayu, mengapa orang yang memiliki kayu itu tidak menggunakan untuk faedah dirinya dan menjualkannya kepada orang lain. Barangkali orang tersebut tidak begitu yakin dengan apa yang didakwanya manfaat kepada pengguna kayu koka, sehingga menjualnya dengan harga yang tinggi untuk mendapat faedah kewangan. Saya amat meragui perkara menggunakan kayu ini, terutama untuk menjadi penghadang kepada jin, syaitan dan sebagainya. Apa yang saya tahu, jin dan syaitan akan takut dan lari lintang pukang jika dibacakan ayat-ayat al-Quran ataupun zikir kepada Allah SWT. Dalam suatu hadis disebut, Rasulullah s.a.w. pernah melintasi rumah-rumah sahabat di waktu dinihari. Baginda mendapati Umar al-Khattab r.a. membaca al-Quran dan berzikir kepada Allah dengan suara yang amat lantang. Keesokan harinya Nabi s.a.w. bertemu Umar dan berkata kepadanya, "Aku melintasi rumahmu dan aku mendengar kamu membaca al-Quran dan berzikir dengan suara yang amat nyaring, mengapa kamu buat demikian." Umar menjawab; "Saya berbuat demikian untuk menghalau segala syaitan yang menganggu saya." Lalu Nabi berkata kepadanya, "Perlahankan sedikit." KOMEN SAYA : Kayu Kokka & Masalah Aqidah Ramai bertanya kepada saya berkenaan keajaiban kayu kokka. Sebenarnya saya telah lama menyatakan berkenaan kayu kokka ini sejak dari Jordan, saya juga sempat bertemu dengan penjual utama kayu kokka semasa berada Jordan. Selepas perbincangan, penjual ini mengakui bahawa tiada sebarang hujjah yang boleh dipakai untuk mendakwa kesohihan dakwaan sejarah kayu ini. Saya juga telah berusaha mencari apa jua hadith dari beratus buah kitab-kitab hadith berkenaan kayu ini, malangnya tiada satu pun hadith berkenaannya. Saya juga sempat bertanya kepada Al-Marhum Syeikh Atiyyah Saqar ketika menziarahi beliau di rumahnya di Mesir pada tahun 2004. Beliau menyatakan sesiapa yang mempercayai kayu ini adalah orang-orang yang jahil. Itulah yang disebut oleh Syeikh Atiyyah. Selain itu, saya juga sempat berbincang dengan Syeikh Prof. Dr Abd Malik As-Sa'di (Ulama Iraq yang menjadi pensyarah di Univ Mu'tah Jordan), beliau mengatakan pemakai cincin kokka, rantai, tasbih dan lain-lain dengan kepercayaan akan kehebatan ghaib kayu yang boleh mendatangkan kesan baik atau menolak keburukan, ia termasuk dalam kategori tangkal yang membawa hukum syirik. Dari sudut hukum jual beli Ringkasnya, penjual kayu ini juga kerap mewarwarkan 'kuasa ghaib' kayu ini, menurut hukum Shariah sebegini adalah haram tanpa syak lagi kerana telah berfunsgi seperti bomoh yang meramalkan hal ehwal ghaib. Penjual kayu ini juga samada secara sedar atau tidak telah melakukan penipuan apabila menyebut kayu kokka sebagai kayu yang sama dengan Bahtera Nabi Nuh a.s ( padahal tiada saiapa yang pernah menjumpai bahtera ini, sebarang dakwaan kosong tidaklah boleh dipakai) demi untuk meyakinkan pembeli akan kehebatannya, sedangkan tiada satu hadith yang menyebutnya dan kajian saintifik juga tiada yang boleh dipakai dalam hal ini. Apabila perkara tidak sabit kebenarannya ini dijaja bagi menjual kayu ini, ia akan tergolong dalam kategori pembohongan dalam jualan. Nabi SAW bersabda :- Ertinya : Sesungguhnya peniaga-peniaga adalah mereka yang jahat-jahat, sahabat bertanya : Wahai Rasulullah SAW, bukankah Allah telah menghalalkan jual beli, Nabi menjawab : Bahkan, tetapi peniaga (yang fujjar atau jahat ) ini mereka kerap bersumpah (tentang kehebatan barangan yang dijual) dan mereka berdosa kerananya, mereka juga bila bercakap ( ketika promosi ) mereka akan sentiasa berbohong. (Riwayat Al-Hakim, sohih isnadnya menurut syarat Al-Bukhari & Muslim ; Al-Baihaqi) Demikian juga halnya dengan majoriti penjual kayu ini di ketika mereka berkempen, ada yang akan mendakwa kononnya ia adalah kayu yang sama dengan tongkat Nabi Musa a.s serta boleh menghadang Jin dan Syaitan. Semuanya tidak berasas di dalam Islam. Bagi saya, kayu ini sebenarnya lebih banyak membawa keseronokan kepada Jin dan Syaitan kerana lebih mudah merosakkan aiqdah umat Islam dengan kewujudannya. Selain itu, sebahagian pihak penjual menaikkan harga kayu ini hanya kerana kehebatan ghaib kayu ini. Jika harganya berdasarkan kualiti dan kecantikannya sebenar sahaja, tentu ia dibenarkan oleh Shariah. Bagaimanapun jika ia dinaikkan kerana kuasa ghaib dan khasiat yang tidak boleh dibuktikan oleh kajian sains, ia tidak dibenarkan oleh Shariah kerana gharar. Kayu atau orang yang bermasalah? Ada yang bertanya serta memberikan pandangan kepada saya bahawa yang salah adalah kepercayaan itu dan bukannya kayu itu pada fizikalnya. Benar, saya bersetuju dari satu sudut bahawa kayu itu sendiri sudah hukumnya adalah neutral, demikian juga hukum bagi kubur. Bagaimanapun yang menjadi masalah adalah pemuja kubur, sudah tentu kubur dan jenazah yang dikuburkan itu tidak salah, tetapi yang salah adalah pemuja. Demikian juga halnya kayu kokka. Dalam Islam, jika sesuatu yang neutral itu menjadi sebab utama kepada syirik, ia turut akan diharamkan sebagai sadd az-zara'i (menutup ruang kemungkinan berlaku syirik). Justeru, hukum memakai dan membeli kayu ini dengan tujuan hiasan semata-mata, tanpa sebarang kepercayaan ghaib tentang kehebatannya adalah harus. Bagaimanapun, amat wajar dijauhi juga, kerana apabila sudah diwarwarkan tentang keajaibannya, walaupun seseorang memakainya hanya untuk kecantikan dan hiasan, berita keajaiban itu akan bermain di sempadan syirik dan Syaitan dengan mudah boleh melintaskan perasaan keajaiban itu ketika seseorang memakainya. Islam menolak semua jenis tindakan yang bermain di sempadan syirik seperti menyimpan patung di dalam rumah, membina kubur dan dalam kawasan masjid dan banyak lagi (Al-Halal Wal Haram Fil Islam, Al-Qaradawi) Kempen ANTARA DAKWAAN PENJUAL KOKKA adalah :- -
Sekiranya anak-anak demam, hendaklah diberi minum dengan air suam. Insya-Allah suhu badan menurun. -
Dapat menghalau jin dan syaitan serta terelak daripada dirasuk dengan menggosok atau disapu pada dahi. -
Jika disapu pada orang yang dirasuk akan meraung kepanasan dia. (Sapu sedikit sudah cukup). -
Orang tidak akan mengkhianati atau menyusahkan kita, jika kita memakai minyak ini. Insya-Allah. -
Jika minyak ini sentiasa melekat di badan kita, Insya-Allah orang akan menyayangi kita. Sumber : http://www.freewebs.com/adeqanuar/kayukokka.htm Bayangkan begitu karut dakwaan penjual kayu kokka ini, sehingga minyak kayu kokka dianggap boleh menjadi minyak pengasih. Sedangkan hukum minyak pengasih adalah syirik dalam islam sebagai disebut oleh nabi SAW ( Al-Halal Wal Haram Fil Islam, Al-Qaradhawi ). Tangkal atau Tamimah yang digantung pada badan atau pada binatang atau dalam rumah terkadang dibuat dari tulang, taring binatang buas, tulisan tertentu dan lain-lain. Terkadang tamimah dibuat dari ayat Al-Quran. Para ulama' berbeza pendapat tentang tamimah dari Al-Quran. Pandangan yang lebih kuat juga melarang berbuat demikian sebab Nabi Muhammad s.a.w. melarang tamimah secara umum termasuk dari ayat Al-Quran. Abdullah Bin Mas'ud berkata : Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : Ertinya : Sesungguhnya jampi yang mengandungi syirik, tangkal dan pengasih adalah syirik.( Riwayat Ahmad dan Abu Daud - Menurut Syeikh Albani : Hasan ) Daripada ‘Uqbah Bin ‘Aamir (marfu') : Ertinya : Barangsiapa yang menggantung tangkal maka sesungguhnya syirik-lah dia. Antara bentuk tangkal cara baru umat Islam di Malaysia ketika ini adalah seperti meletakkan pisau atau gunting di bawah tilam bayi kononnya agar tidak diganggu, memakai cincin dan rantai atau tasbih kayu kokka dengan kepercayaan bahawa ia dapat mendatangkan kebaikan dan menjauhkan keburukan, meminum air za'faran tertentu dengan yakin ia membawa kebaikan. Semua ini adalah bentuk tangkal dan boleh membawa kepada syirik. Moga Alah menyelamatkan kita dari syirik dan khurafat Sekian, Zaharuddin Abd Rahman
sumber : www.zaharuddin.net/ KUALA LUMPUR: Sepuluh tahun, RM8.1 juta. Secara purata, itulah nilai wang penduduk negara ini yang ‘lebur’ gara-gara memiliki kayu kokka — kayu yang selayaknya diubah nama kepada ‘kayu kokak’ (tidak berguna) kerana satu kajian terperinci mendapati kayu kokka sebenarnya tidak wujud dan sengaja diperkenalkan semata-mata untuk tujuan perniagaan.
Anggaran jumlah berkenaan diperoleh hasil maklumat daripada sumber yang rapat serta pernah menjalin urus niaga dengan beberapa ‘tauke besar’ atau pembekal utama kayu itu.
Begitupun, jumlah itu dipercayai lebih besar kerana ia tidak termasuk jumlah jualan diperoleh peniaga kayu kokka di seluruh negara. Ia juga tidak termasuk jumlah pembelian terus di luar negara, terutama di Makkah.
Peniaga kayu kokka yang mahu dikenali sebagai Abdul Jasman Ahmad, 38, berkata berdasarkan pengalamannya, kayu kokka mula dibawa masuk ke negara ini menerusi seorang warga Turki pada 1998.
Katanya, rakannya terpengaruh dengan keistimewaan yang diuar-uarkan mengenai kayu itu sehingga sanggup mengeluarkan puluhan ribu ringgit untuk membelinya.
“Ketika itu nilainya sangat mahal. Sebagai contoh, satu tasbih yang mempunyai 33 biji kayu boleh dijual dengan harga sehingga RM1,800, manakala tasbih 100 biji kayu kokka boleh dijual sehingga RM2,500. Jualan memang menggalakkan.
“Rakan saya memperoleh untung sehingga 300 peratus kerana mengambilnya dengan harga lebih murah,” katanya.
Abdul Jasman berkata, pada 2003, sambutan terhadap kayu kokka sangat luar biasa sehingga muncul seorang lagi pembekal dari Sudan menawarkan kayu kokka dalam kuantiti lebih besar.
Katanya, buah, tasbih, cincin, gelang, minyak dan tongkat daripada kayu kokka laris jualannya.
“Rakan saya tidak mampu mengambil stok dalam jumlah banyak kerana harga ditawarkan terlalu tinggi. Ketika itu juga pelajar Malaysia yang menuntut di Timur Tengah turut membawa pulang kayu berkenaan untuk dijual, menyebabkan saya terpaksa mengehadkan penjualan.
“Begitupun, dia tetap membekalkan kayu itu kepada peniaga di seluruh Malaysia dan memperoleh untung besar. Jika diikutkan, jualan kayu itu sehingga hari ini mencecah RM1 juta,” katanya yang mengakui kemunculan sebuah buku terbitan sebuah syarikat mengenai keistimewaan dan khasiat kayu kokka melariskan lagi kayu itu.
Dalam pada itu, satu lagi pembekal yang lebih besar modalnya dianggarkan membuat jualan mencecah jutaan ringgit sehingga hari ini.
Seorang sumber yang mahu dikenali sebagai Asfar Kasim, 40, berkata pembekal itu kini bergelar usahawan dan bertambah mewah apabila menjadi pembekal kayu kokka di seluruh Malaysia.
“Dia (pembekal itu) memperoleh bekalan daripada pembekal warga Turki dan Sudan. Dia membeli dalam jumlah besar. Saya diberitahu, untuk tasbih saja, dari 1998 hingga hari ini sudah 100 ribu berjaya dijualnya.
“Secara purata, setiap tasbih dijual dengan harga RM200 dan apabila dijumlahkan, jualan produk itu mencecah RM2 juta,” katanya.
Menurut Asfar, itu belum lagi termasuk buah, cincin dan gelang yang turut mendapat sambutan hangat daripada pembeli.
Katanya, buah kayu kokka memang banyak dijual kerana sekurang-kurangnya 250,000 berjaya dijual dengan harga kira-kira RM100 sebiji sehingga jumlah jualan mencecah RM2.5 juta dalam tempoh sama.
“Untuk gelang pula, dalam tempoh sama, sekurang-kurangnya 100,000 berjaya dijual. Harga ditawarkan sekitar RM100 dan ia menyaksikan jualan sehingga RM1 juta.
“Cincin juga mencatat jualan mencecah 200,000 untuk tempoh 10 tahun. Setiap cincin dijual dengan harga sekurang-kurangnya RM80, sekali gus menyaksikan jualan mencecah RM1.6 juta,” katanya.
Asfar berkata, pembekal terbabit mencatat jumlah jualan mencecah RM7.1 juta dan ia belum ditambah dengan produk sampingan lain seperti minyak dan tongkat.
Kepalsuan kayu kokka dibongkar seorang Ahli Etnologi, Dr Abdul Manan Embong, yang melakukan kajian terperinci untuk tempoh setahun bersama beberapa pakar tempatan dan antarabangsa.
Mereka ialah Pakar Geomologi dan Mineral Universiti Sains Malaysia (USM), Dr Hisham Hashim; Pakar Botani dari Mesir, Profesor Dr Mohammad Shakran Shuhatah; Profesor Ali Akbar Zurillah dari Bahagian Kajian Penyelidikan Geologi Turki dan penceramah bebas serta penulis, Ahmad Shukri Ghazali Siraj.
Kajian menyeluruh di negara yang dikatakan mempunyai pokok kayu kokka seperti Mesir, Jordan, Turki dan Iran mendapati tidak pernah wujud nama kokka dan apa yang didakwa sebagai kayu kokka sebenarnya diperoleh daripada spesies pokok Palma.
Abdul Manan berkata, penyelidikan dilakukan secara berperingkat-peringkat, iaitu mengesan asal usul kayu kokka dan mengesan pokok yang dikatakan menghasilkan kayu kokka.
“Kami tidak dapat mengesan spesies tumbuhan yang menggunakan nama kokka di dunia. Jika ada sekalipun, nama panggilan di Jepun, ‘kokua’ iaitu sejenis pokok berbatang kecil dan menjalar yang digunakan untuk sejenis upacara keagamaan dipanggil Shinto.
“Ada juga sejenis tumbuhan palma yang sebutannya hampir dengan ‘kokka’, iaitu sebutan bagi orang Turki, ‘kuka’ daripada asal perkataan ‘Coco De Mer’ atau ‘Melanococa’ digunakan untuk menghasilkan minyak,” katanya.
Menurut Abdul Manan, kayu kokka dikesan dihasilkan daripada spesies pokok palma ‘Attalea Funifera’.
Katanya, buah dan tempurung daripada pokok itu sememangnya digunakan untuk membuat tasbih, gelang, cincin dan barang permainan semata-mata untuk perniagaan.
“Penyelidikan kami mendapati pokok berkenaan tumbuh di Brazil, Colombia dan Argentina. Di Brazil, pokok berkenaan dikomersialkan, malah mempunyai ladang seluas antara 20 hingga 2,000 hektar.
“Segala hasil pokok itu, seperti buah, tempurung, batang, pelepah dan kulit pokok dijadikan pelbagai barangan seperti minyak dan dieksport ke negara seperti Turki, Mesir, Iran, Syria, Libya, Amerika Syarikat, Afrika, India dan Malaysia,” katanya.
Abdul Manan berkata, kayu kokka yang dibawa masuk ke negara ini dan kemudian dihasilkan dalam bentuk tasbih, gelang, cincin, minyak dan tongkat adalah seumpama biji kelapa sawit atau biji Tamar yang dijadikan perhiasan.
“Tiada bukti dapat mengesahkan pokok yang didakwa kayu kokka itu ada keistimewaan dan khasiat tertentu.
“Bagi mengaitkannya sebagai bahan digunakan bahtera Nabi Nuh as seperti diuar-uarkan sememangnya jauh tersimpang kerana pokok berkenaan tidak sesuai dibuat kapal kerana tidak mampu bertahan di atas air,” katanya.
Abdul Manan berkata, pokok sebenar digunakan Nabi Nuh bagi membina bahtera dan tongkat baginda ialah kayu daripada pokok ‘Pine Cypress’ yang diperoleh di pergunungan Ararat, Turki.
Menurutnya, penemuan itu berdasarkan kajian dibuat terhadap satu fosil bongkah kayu lama berusia kira-kira 3,500 tahun milik seorang Arab Kurdis yang mendakwa dirinya keturunan ke-1750 Nabi Nuh.
“Kandungan kimia dalam bongkah kayu berkenaan ialah Alpha Cellulose, Hemi Cellulose dan Holo Cellulose iaitu asid asal Alpinene.
“Kandungan itu bersesuaian dengan hasil kajian dilakukan Profesor Dr Mohammad Shakran Shuhatah pada 10 Oktober 2007 di Mesir yang menemui hasil sama dengan spesies ‘Pine Cypress’.
“Daripada 19 jenis pokok Pine dikaji, spesies ‘Pine Cypress’ mengandungi kandungan kimia paling tepat sama dengan kandungan kimia serpihan lama bongkah kayu itu yang dikatakan serpihan bahtera Nabi Nuh.
“Malah, hasil kajian itu juga sama dengan hasil kajian diperoleh kumpulan pengkaji Inggeris dari 1884 hingga 1954,” katanya.
Menurut Abdul Manan, kajian dilakukan Ronald Eldon Wyat pada 1954 menyatakan pokok ‘Pine Cypress’ tumbuh di pergunungan Chaldea hingga pergunungan tengah Armenia di sempadan Rusia hingga ke pergunungan Ararat, tempat bahtera Nabi Nuh dikatakan tersadai mengukuhkan lagi dakwaan itu.
“Hasil penyelidikan Ronald memperkukuhkan bukti pokok sebenar digunakan Nabi Nuh bagi membina bahtera agung baginda ialah ‘Pine Cypress’, bukan kokka,” katanya yang akan menerbitkan buku khusus untuk memperjelaskan kekeliruan masyarakat terhadap kayu kokka.
Abdul Manan berkata, fosil yang ditemui juga diuji Jabatan Mineral dan Geosains Malaysia dan ia disahkan spesies Pine Cypress yang masih aktif kandungan kimianya.
Katanya, dengan pendedahan itu, diharap masyarakat tidak tertipu dan terpedaya dengan keistimewaan dan kelebihan yang diuar-uarkan mereka yang tidak bertanggungjawab.
Info
> Kajian mendapati nama kokka tidak pernah wujud
> Apa yang didakwa kayu kokka sebenarnya spesies pokok Palma
> Tiada bukti mengesahkan pokok yang didakwa kayu kokka ada keistimewaan tertentu
> Mengaitkan kokka sebagai bahan membuat bahtera Nabi Nuh as sangat diragui kerana pokok berkenaan tidak mampu bertahan di atas air
> Pokok sebenar digunakan Nabi Nuh bagi membina bahtera dan tongkat baginda ialah kayu daripada pokok ‘Pine Cypress’
Sumber: http://www.hmetro.com.my 
"Dear students! You have spent many years of your life at this institution to acquire education. You have eagerly been waiting for the day when you will reap the harvest of your labour in the form of a degree. I am aware of your emotions on this occasion, and that is why it pains me to express my thoughts so bluntly. Frankly speaking, I consider this Alma Mater, in fact all Alma Maters of this kind, slaughter houses rather than educational institutions. The degrees to be awarded are in fact death certificates, issued when the murderer is satisfied that he has accomplished his task; fortunate are those who escape from this organised butchery with still some spark of life. I have not come here to congratulate you on receiving these death certificates. I am, rather, overwhelmed with grief to see you in such a miserable plight. I am like someone seeking a person who might still be alive among a mass of corpses." 
Ucapan di atas adalah titipan bicara Sayyid Abul 'Ala Maududi (1903-1979) kepada kaum mahasiswa yang melihat universiti sebagai 'rumah penyembelihan' yang mencetak segulung 'sijil kematian'. Berikut adalah terjemahannya dalam bahasa Melayu:-
"Wahai Pelajar! Kamu telah melabur sekian lama masa kamu di universiti ini untuk mendapat pendidikan. Kamu telah lama menunggu saat di mana kamu akan menuai hasil usaha kamu itu dalam bentuk segulung ijazah. Aku merasai betapa tersentuhnya jiwa kamu dalam majlis sebegini, maka menjadi satu kesukaran buat aku berterus-terang kepada kamu pada saat ini. Walaubagaimanapun aku perlu berlaku jujur, bahawa dalam menilai tempat kau dididik ini, malah kesemua tempat pendidikan yang bernama universiti ini tidak ubah seperti tempat penyembelihan berbanding tempat pendidikan. Ijazah yang dihulurkan tidak ubah seperti sijil kematian, diberikan apabila si pembunuh sudah berpuas hati kerana telah berjaya menyempurnakan penyembelihannya; alangkah bertuahnya kepada mereka yang telah berjaya melarikan diri daripada penyembelihan terancang ini dengan sedikit cahaya kehidupan. Aku tidak hadir ke sini untuk mengucapkan tahniah kepada kamu kerana telah menerima sijil kematian tersebut. Malah sebaliknya, aku berasa teramat sedih melihat kamu semua dalam keadaan yang teruk. Aku seperti seseorang yang sedang mencari manusia yang masih hidup dalam timbunan mayat di sini." Tamat petikan ucapan Abul 'Ala al-Maududi. Sama ada kita mahu bersetuju atau tidak, hal itu terpulang kepada pandangan masing-masing. Tetapi, jika diteliti dengan rinci terasa ada kebenaran dalam ucapan tersebut. Sebenarnya, apa peranan tertinggi kaum pelajar? Apa hubungan pelajar dengan masyarakat dan rakyatnya? Apa tujuan universiti ditubuhkan dan apa kaitan kena-mengenanya kaum kapitalis dengan universiti? Mari kita tinggalkan dahulu soalan ini kepada sesiapa yang suka menjawabnya � Universiti bagaikan 'rumah penyembelihan'? Kembali kepada ucapan al-Maududi. Meneliti ucapannya, kita melihat sepertinya beliau sudah tidak lagi mempercayai universiti. Mungkin universiti itu di luar negeri atau di Pakistan. Beliau tidak mengupas dengan lebih rinci. Oleh itu, mari kita anggap semua universiti sama saja sifatnya; 'rumah penyembelihan'. Dan pelajar itulah yang akan disembelih. Penyembelih, mungkin TNC HEP atau Kementerian Pengajian Tinggi. Tapi jangan lupa. Al-Maududi mungkin telah hilang kepercayaan ke atas universiti sebagai 'rumah penyembelihan'. Tetapi beliau masih menaruh harapan tinggi ke atas mahasiswa-mahasiswa yang diucapkannya sebagai:- "Alangkah bertuahnya kepada mereka (mahasiswa) yang telah berjaya melarikan diri daripada penyembelihan terancang ini dengan sedikit cahaya kehidupan." Lalu, al-Maududi menyifatkan dirinya sebagai:- Aku seperti seseorang yang sedang mencari manusia yang masih hidup dalam timbunan mayat di sini." Secara ringkasnya kita boleh membuat kesimpulan awal bahawa al-Maududi mungkin hilang rasa percaya ke atas sistem pendidikan universiti, tetapi masih menaruh harapan tinggi ke atas para mahasiswa universiti. Sebab itulah beliau menafsirkan dirinya sebagai seorang pencari 'manusia (mahasiswa) yang masih hidup dalam timbunan mayat' di rumah penyembelihan yang bernama universiti. Tapi, tidak diketahui apakah punca al-Maududi berkata demikian. Mungkin, beliau telah dihalau daripada memberi ceramah di universiti seperti UKM membatalkan ceramah mengenai Palestin kerana panel jemputannya dikatakan tidak serasi dengan pihak atasan UKM pada tahun lalu. Atau, beliau mungkin kecewa ke atas sejenis sistem berhutang yang dikenakan terhadap pelajar yang belajar di universiti yang mana kadar faedahnya (riba) membebankan pelajar sehinggakan hal itu diibaratkan beliau sebagai tindakan menyembelih pelajar laksana PTPTN menyembelih mangsanya? Ini semua adalah teka-teki yang belum dapat dirungkai dan menjadi sebuah misteri yang belum terungkap dengan jelas kebenarannya. Khaled Nordin belum tentu dapat jelaskan hal ini kerana beliau masih baru menjawat jawatan sebagai Menteri Pengajian Tinggi. Sepatutnya, Khaled membawa isu ini dibincang di UTM ketika beliau membawa lambang Umno, BN di UTM sebelum pilihan raya lalu kalau beliau tahu Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi akan melantiknya kepada jawatan berkenaan sebagai suatu langkah persediaan. Ini kerana, pelajar yang sedar dan yang enggan disembelih telah pun muak, loya serta melugai dengan kenyataan terbaru Kementerian Pengajian Tinggi berhubung cadangan pindaan Auku. Ini sudah pasti akan melibatkan pindaan mengikut suka hatinya, pelajar dan pensyarah yang rela hidung mereka dicucuk hari ini untuk disembelih pada keesokan harinya. Mahasiswa dan pensyarah yang tidak rela hidung mereka dicucuk untuk disembelih sudah pun menghidu bahawa pindaan Auku 1971 ini tidak bertujuan memansuhkan artikel 15 (1), (2), (3) dan lainnya yang memberi kebebasan kepada warga kampus berpolitik dan menjalankan kegiatan akademik yang ada kaitannya dengan politik negara. Jadi, mana mungkin Khaled akan terfikir kedudukan universiti sebagai 'rumah penyembelihan' sebagai yang dilontarkan al-Maududi pada awal-awal perbincangan tadi. Kepada golongan pakcik makcik kita yang pernah mengikuti silibus atau kurikulum usrah-usrah sejak 1970-an dahulu tentunya terdedah dengan kupasan al-Maududi dan Hasan al-Banna di dalam usrah mereka. Dalam erti kata lain, pemikiran al-Maududi dan al-Banna adalah seangkatan zaman. Suatu masa dahulu saya pernah menulis sedikit di ruangan ini tentang betapa tingginya harapan al-Banna terhadap golongan mahasiswa sehingga beliau membuat suatu muktamar rapat umum khas untuk menyampaikan wasiat kepada golongan pelajar. Maka, demikian dengan al-Maududi. Harapannya menggunung. Cuma, penyampaiannya sedikit berbeza bercampur nada kecewa. Hubungan pelajar dan rakyat amat erat Makcik Hamsiah, 53, seorang suri rumah dari Kelang melihat golongan tua yang baru pulang dari Mekah kerana menunaikan fardhu haji boleh dianggap sebagai graduan dari 'universiti' Allah. "Sepatutnya, datuk nenek yang sudah mendapat 'ijazah' kerana menunaikan haji di Mekah ini akan kembali ke pangkuan keluarga dan menasihatkan cucu-cicit dan anak-anak mereka supaya jangan terpengaruh dengan kehidupan dunia yang bersifat sementara. "Tapi, realiti yang terjadi kini sudah berbeza. Mereka kembali dan cuma menjamu para tetamu dengan kurma dan air zam zam. Mereka seolah-olah terlupakan urusan dakwah kepada keluarga masing-masing," kata makcik itu kepada saya dulu. Saban tahun, kita mendengar dan melihat paparan kisah pelajar sekolah rendah dan menengah yang mendapat keputusan terbaik dalam UPSR, SPM dan STPM. Di universiti, kita akan melihat hal yang sama berlaku. Tapi, dengan ilmu mereka, apakah masyarakat berubah menjadi baik? Inilah madrasah tarbiyyah peninggalan Rasulullah s.a.w yang diwarisi al-Banna dan al-Maududi. Misalkan Gua Hira' adalah 'universiti' terpencil tempat baginda berkhalwat dan bersuluk hingga didatangi mahaguru Jibril a.s yang menyampaikan wahyu pertama. Sesudah itu baginda turun daripada gua untuk menyebarkan dakwah dan risalah kebenaran. Dan kaedah inilah yang cuba diterapkan oleh al-Banna di mana usrah menjadi tempat berhimpunnya para sahabat untuk mengkaji al-Qur'an untuk disebar kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Usrah itu medan akliah, lapangan akademik yang bertenaga memancarkan sinar pencerahan ke atas masyarakat sekitar. Sememangnya, begitulah cara sinar-sinar kebenaran itu terhimpun dan terkumpul di suatu tempat, lalu limpahan sinar itu tercurah ke lembah gelap yang lain pula. Sudah berapa banyak sekolah didirikan? Sudah berapa banyak 'universiti dhirar' dibina? Tapi, ada berapa banyak kes jenayah diselesaikan? Musa Hassan datang berceramah tentang jenayah di USM pun cuma untuk menyindir Kelantan banyak jenayah, apa kes? Patutlah jenayah makin teruk menjadi-jadi. Dua SB dihantar untuk merakam (menyembelih?) ucapan NC USM, apa kes? Tepatlah, universiti sekarang sudah berubah menjadi 'rumah penyembelihan'. Sekolah-sekolah, universiti-universiti tidak lagi berperanan sebagai Gua Hira' tempat Nabi Muhammad bertemu mahagurunya; Jibril a.s dan tidak seperti Buddha menerima pencerahan di bawah pokok Bodhi. Tidak ramai pelajar bertindak sebagai nabi-nabi Sudah tidak ramai lagi kaum terpelajar yang bersikap bagai nabi-nabi, rasul-rasul dan wali-wali yang menyendiri, bersuluk, berkhalwat di sebuah tempat yang sunyi. Dan, akhirnya setelah dia mencapai pencerahan atau menerima wahyu daripada 'universiti', mereka keluar menyebarkan risalah agama. Selepas berijazah, mereka mencari kerja dan bernikah. Itu saja. Alangkah mulia dan keramatnya seorang kanak-kanak tadika, Pasti dan Taski yang belajar doa makan dan minum daripada ustazahnya. Dan, apabila makan minum bersama keluarga, anak itu akan menegur ayah dan ibunya: "Kenapa abi dan umi tidak baca doa dulu sebelum makan?" Jikalau al-Maududi masih hidup, tentu beliau berkata lebih kurang begini: "Yang belum menjadi 'rumah penyembelihan', hanya tadika, Pasti dan Taski dan kindergarten sahaja." Dalam tradisi pendidikan Islam warisan Hujjatul Islam Imam Abu Hamid al-Ghazali, antara peranan ilmu ialah mendidik jiwa agar lunak dan patuh kepada Allah. Tetapi, menurut al-Ghazali, dalam proses didikan itu, apabila sampai waktunya, guru perlu meninggalkan sang murid kerana hati murid itu sudah tidak dapat lagi dirawat. Dalam suasana masyarakat hari ini, mahasiswa, rakyat atau golongan bawahan kita masih lagi boleh dirawat kerana dalam hati mereka sentiasa ada sikap merendah diri dan ingin bertaubat apabila dirundung masalah. Kita hanya berdepan dengan masalah orang atasan. Buktinya, walaupun kalah dalam pilihan raya, mereka masih belum berubah dan angkuh mempertahankan kuasa sehingga sanggup menderhaka kepada sultan. Mereka ini tidak boleh dirawat lagi. Bak kata Fansuri, "Melentur buluh biar daripada rebungnya. Nanti apabila jadi buluh, dia boleh berkata kepada musuhnya, sekarang bertemulah buku dengan ruas. Atau, bolehlah dibuat rakit untuk berkelana dan mengembara mencari pengetahuan. Tapi, kalau buluh itu tidak kuat juga, barulah 'disembelih' untuk diisikan pulut dibuat lemang pada akhirnya."

Dipetik dari www.harakahdaily.net Bandingkan Berita atau rencana yang di petik dari sebuah akhbar tempatan dengan kenyataan media JIM itu sendiri. Lihat bagaimana mereka menutup atau MENAPIS segala maklumat yang penting.
JIM minta DAP, PKR, Pas tunai janji KUALA LUMPUR 14 Mac - Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM) meminta DAP, Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan Pas mengotakan janji mereka kepada rakyat seperti yang diumumkan sebelum Pilihan Raya Umum Ke-12. Presiden JIM, Zaid Kamaruddin berkata, parti pembangkang yang sudah menang di beberapa negeri itu perlu mewujudkan pemerintahan yang adil dan tidak mengabaikan hak mana-mana kaum di kawasan mereka. ''Kita minta mereka tunaikan apa yang mereka cakap dahulu. Wujudkan kerajaan yang disenangi dan tidak hanya mementingkan diri. ''Beri keutamaan terhadap apa yang diperlukan rakyat. Kerjasama antara mereka juga penting berdasarkan prinsip yang pernah mereka janji," katanya. Beliau berkata demikian pada sidang akhbar selepas mesyuarat JIM yang membincangkan hala tuju kerajaan dan pembangkang selepas Pilihan Raya Umum Ke-12 di pejabat JIM di Taman Melawati di sini hari ini. Zaid berkata, keputusan pilihan raya baru-baru ini membuktikan kuasa rakyat menjadi suara utama yang perlu didengar parti pemerintah hari ini. ''Rakyat mahu perubahan. Mereka mahu bentuk pemerintahan yang berjiwa rakyat dan mementingkan keperluan orang ramai. ''Suasana politik baru hari ini adalah pilihan rakyat. Keharmonian selama ini perlu dipertahankan dan parti memerintah perlu bekerja keras untuk memastikannya sentiasa kekal," ujarnya. Oleh itu, kata Zaid, peranan JIM sebagai badan bebas akan tetap meneruskan usaha dakwah berlandaskan Islam untuk kebaikan masyarakat. ''Kita akan terus berdakwah dan berharap semua pihak memberi sokongan kepada JIM," jelasnya. Sumber Utusan Malaysia.

Lihat kenyataan media JIM pula:
KENYATAAN MEDIA Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM) Jumaat 14 Mac 2008 Pilihanraya Umum ke-12: Masa untuk Memberi Khidmat Terbaik Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM) bersyukur Pilihanraya Umum ke-12 yang baru lalu telah berjalan dengan lancar. Keputusan pilihanraya juga telah diterima baik oleh parti-parti yang bertanding. Malaysia telah mempamirkan kematangan. Keamanan dan ketenteraman telah terjaga dan negara telah tidak terjerumus ke dalam keadaan huru-hara yang sering mengiringi pilihanraya yang menghasilkan kejutan dan perubahan. Kita berharap sikap “magnanimous in victory and gracious in defeat” hendaklah terus dihayati. Rakyat telah bersuara. Rakyat mahukan perubahan tetapi tidak secara menyeluruh (total). Rakyat menerima Barisan Nasional tetapi menuntut perubahan dengan penyingkiran ramai pemimpin kanannya. Rakyat mahukan pemerintahan yang berjiwa rakyat, mesra rakyat, mengutamakan keperluan rakyat, mendengar suara rakyat, mengagihkan kekayaan dengan adil, sistem kehakiman yang bebas, tadbir urus yang baik dan berkesan serta pembenterasan gejala rasuah. Dengan semua parti-parti politik berperanan sebagai kerajaan dan pembangkang, JIM berharap mereka semua memberikan yang terbaik untuk rakyat dan negara. JIM menyeru kepada Barisan Nasional supaya: 1. lebih responsif kepada suara rakyat agar lebih adil, telus dan meningkatkan pertanggungjawaban (accountability), 2. menghayati konsep federalisme dan berlaku adil kepada semua rakyat termasuk di negeri yang tidak diperintah oleh Barisan Nasional. “Collective punishment” hendaklah dielakkan. JIM menyeru parti-parti PAS, DAP dan PKR supaya: 1. menjalinkan kerjasama berasaskan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan serta mendahulukan kepentingan rakyat, 2. menunaikan janji-janji kepada rakyat serta mewujudkan pentadbiran yang berkesan (efficient) dan pemerintahan yang adil. “Membalas dendam” hendaklah dihindarkan. Dengan lanskap politik yang baru ini, JIM berharap suasana harmoni diperkukuhkan, penglibatan rakyat dan masyarakat madani (civil society) dipertingkatkan dan proses check and balance menjadi lebih baik. JIM akan meneruskan usaha dakwah dan pembaikan berlandaskan Islam demi kebaikan rakyat. Zaid Kamaruddin Presiden Sumber dari www.jim.org.my
Tengah hari itu, ketika sedang bersantap di kafe, seorang ala-ala promoter datang menghampiri group kami sambil menghulurkan sekeping kertas. Ah! Borang Kaji Selidik (Questionnaire) kat kafe? Tak reti ke mamat ni. Tempat yang sesuai sikit nak siapkan assignment tu pon. Terganggu selera makan aku kalo memang la mamat ni nak buat kaji selidik.Namun setelah dilihat rupanya satu malapetaka besar menunggu kami di kampus 8 Mac dan 9Mac ini. Lihat ada sesuatu yang baik kat situ, rakanku memberi pendapat. Aku teliti perkataan *20% from ticket sales will be donate to Rumah Anak Yatim (berhampiran kampus). 
ROBIN HOOD KAMPUS PENGANJUR ibarat Robin Hood yang MEROMPAK DAN MENYAMUN harta orang-orang bangsawan dan di DERMAKAN pula KEPADA penduduk DESA. Konsep MATLAMAT TiDAK MENGHALALAKAN CARA tidak benar-benar di fahami di sini. Mungkin penganjur bertujuan ikhlas untuk membantu Anak-anak Yatim di sini. Tetapi sedarkah mereka HALALKAH DUIT DERMA yang di beri itu? Perlu di renungkan sedalam-dalamnya ayat matlamat tidak menghalalkan cara kerna menganjurkan sesuatu yang menjurus ke arah lalai dan leka atau dalam erti kata lain MAKSIAT, memang tidak akan sekali-kali dapat MEMBERSIHKAN PROGRAM itu walaupun DI AWALNYA DIBACAKAN DOA PEMBUKA MAJLIS, ADA BACAAN QURAN YANG CUMA 5 MINIT sementelah konsert BERLANGSUNG 2 JAM. Adakah itu mampu MENGHALAU SYAITAN-SYAITAN yang memang MENJADI TEMPAT PILIHAN MEREKA itu? Aku Harap JELAS SUDAH MAKNA MATLAMAT TIDAK MENGHALAKAN CARA ITU apatah lagi kalian tidak MELAKUKAN PEMBERSIHAN PROGRAM PADA AWALNYA. itu mungkin budaya tempat lain namun aku harap telah aku jelaskan MATLAMAT TIDAK MENGHALALKAN CARA. BEBAN KEPADA PENGANJUR DI HARI KELAK "Barangsiapa yang memulai membuat sunnah dalam Islam berupa amalan yang maka ia memperoleh pahalanya diri sendiri dan juga pahala orang yang mengerjakan itu sesudah sepeninggalnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu. Dan barangsiapa yang memulai membuat sunnah dalam Islam berupa amalan yang buruk, maka ia memperoleh dosanya diri sendiri dan juga dosa orang yang mengerjakan itu sesudahnya sepeninggalnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (Riwayat Muslim) Ini menjadi amaran kepada anda semua kerna setiap sesuatu KEBAIKAN YANG DI IKUTI ORANG LAIN, maka orang yang MENGAJAK itu akan MENDAPAT SAHAMNYA juga. Manakala setiap satu KEJAHATAN YANG DIIKUTI OLEH ORANG LAIN orang itu jua akan MENDAPAT SAHAMNYA. BAYANGKAN BERAPA RAMAI YANG DATANG KE PROGRAM ANDA? Mampukah anda memikul dosa-dosa yang BERBONDONG-BONDONG HADIR setiap SAAT hanya dalam satu hari? Sedangkan mungkin anda cuma berehat di belakang stage kepenatan menguruskan program ini walhal AKAUN SAHAM ANDA SETIAP SAAT TERCATAT......Dan bagaimana pula dengan DOSA ANDA SENDIRI?
HEDONISME MEREBAK DI KAMPUS
Jika di nilai dan di teliti MAHASISWA di era 80'an dan sekarang, jauh sunggguh perbezaaan mereka. Mahasiswa di zaman itu serba mengetahui. Mereka bukan sekadar mentelaah ILMU di KAMPUS, namun mereka jua peduli dengan keadaan persekitaran kerna mereka YAKIN DAN PERCAYA bahwa mereka jua adalah sebahagian dari persekitaran. Segala bentuk KEBAJIKAN, AKTIVITI KEMASYARAKATAN malah HAL-HAL DUNIA seperti BOSNIA (zaman 90an) tidak diketepikan mereka. Merekalah tenaga dan kekuatan penggerak yang diharapkan negara sebagai pewaris. Sayang, suntikan HEGEMONI BARAT telah melanda ke setiap pelusuk dan akar umbi negara. Termasuk di pusat pengajian tinggi. Virus HEDONISME, HIBURAN YANG MELAMPAU telah menyebabkan asyik-asyik program JEMPUT ARTIS sehinggakan TALK PASAL BERANI GAGAL pun di panggil AZNIL. Adakah kita ingin MENDENGAR ISI TALK itu atau BERGELAK KETAWA semata-mata ATAU sekadar INGIN MEMINTA AUTOGRAF? malah semester ini banyak sangat artis-artis di panggil menjejak kaki ke menara gading termasuklah artis nasyid. Lupakah kita bahwa kita GOLONGAN ILMUWAN, jadi mana kan sama dengan MAT REMPIT di jalanan yang hanya SUKA BERPESTA DAN BERHIBUR. Golongan ILMUWAN mereka akan aktif dengan persekitaran dan peka dengan DUNIA. Barulah MAMPU MELAHIRKAN MASYARAKAT MINDA KELAS PERTAMA DAN BERPANDANGAN GLOKAL.

ALTERNATIVE LAIN
Kelantan pernah menganjurkan konsert yang mana telah memisahkan lelaki dan perempuan. Jadi jika penganjur mampu melaksanakan terdapat ala-ala dinding yang benar-benar menghalang maka mungkin masih boleh difikirkan. Kedua, mampukah penganjur memastikan yang musical event ini DAPAT MENINGATKAN KITA PADA PENCIPTA ALAM SEMESTA ini. Tidak semestinya IRAMA NASYID kerna ada juga yang dikategorikan kumpulan nasyid namun hakikatnya cenderung kepada persoalan-persoalan hati terhadap sesama makhluk yang bukan muhrim. Jika kedua-dua ini dapat di penuhi penganjur, mungkin aku sendiri yang akan menghadirinya.
"Jangan Jadikan PERKATAAN SEBAHAGIAN, SEPARUH, SETIAP SERINGGIT DARI HARGA TIKET atau apa-apa sahaja akan diDERMAkan KEPADA SEKIAN-SEKIAN PERSATUAN sebagai SATU RETORIK UNTUK KELULUSAN SESUATU PROGRAM" "berFIKIR,meRENUNG, dan meNAFSIR"
(Nukilan @srul - Daif lagi Fakir ILMU)
Bilangan Syuhada Meningkat Kepada Lima. Contributed by gunxx on Tuesday, February 19 @ 11:16:58 MYT Selasa, 19/02/08 -Bilangan syuhada di Rafah meningkat kepada 5 orang selepas helikopter Israel membedil kumpulan pejuang yang bertempur dengan tentera Israel di sempadan Rafah.
Dr. Muawya Hassanain Pengarah Ambulans dan Kecemasan di Kementerian Kesihatan di Gaza mengesahkan mereka yang gugur syahid ialah Nassar Abu Shabab, 23, pejuang Briged Qassam sayap Hamas, Abdelsalam Abu Susseen, 24, dari Briged Salahuddin sayap Penentang Popular dan seorang rakyat Palestin Abdelkarim Al-Ghalban. Sementara itu 4 orang yang cedera parah akibat bedilan itu telah dipindahkan ke Hospital Abu Yousef An-Najjar. juara786: Briged Qassam mengaku bertanggungjawab membedil roket dan mortar ke arah tentera Israel di Selatan Gaza.
Pengarah Hospital Abu Yousef An-Najjar melaporkan kekurangan petrol di hospital menyebabkan kesukaran dalam operasi menyelamat dan pemindahan para pesakit.
Dalam perkembangan yang lain, tentera Israel telah menculik 16 orang Palestin selepas pecah masuk rumah-rumah rakyat Palestin di Nablus, Jericho, Ramallah dan Al-Khalil di Tebing Barat.
Note: sumber : http://www.palestine-info.com penterjemah : juara786
(Dipetik dari http://palestinkini.info) Selamatkan Rakyat Gaza ! Contributed by gunxx on Wednesday, February 20 @ 10:18:58 MYT
Berikut Adalah Surat daripada Setiausaha Gerakan al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir untuk umat Islam di seluruh dunia. Surat ini telah dikirimkan kepada pertubuhan-pertubuhan Islam dan kemanusiaan di seluruh dunia. Saya telah diminta untuk menterjemahkannya kepada seluruh rakyat Malaysia yang peduli terhadap isu Palestin. Beberapa perubahan kecil dari teks asalnya sewaktu proses penterjemahan demi menyesuaikannya dengan budaya, mentaliti dan realiti rakyat Malaysia.Diharapkan agar para pembaca dapat menyebarkan surat ini kepada para pembaca bahasa Melayu yang alin demi menyemarakkan usaha menyelamatkan rakyat Gaza yang sedang menderita akibat kepungan Rejim ZIonis yang zalim dengan bantuan Amerika Syarikat.
“Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang beriman” (Ali-Imran 139).
Seruan daripada Allah s.w.t kepada sekelian orang yang beriman…. Kamu sekali-kali tidak akan ditimpa ketakutan, tidak akan diselubungi kesedihan dan hati kamu sekali-kali tidak akan dirundungi kekecewaan. Kekecewaan tidak sekali-kali akan dapat diharmonikan dengan keimanan. Kamu berada pada darjat yang paling tinggi selagi mana kamu beriman dan sentiasa mempunyai talian yang kuat dengan Allah yang Maha Mulia lagi Berkuasa.
Keadaan di Gaza memerlukan sikap pro-aktif umat Islam sedunia. Adalah menjadi satu kezaliman bagi kaum Muslimin membiarkan saudara mereka di Palestin berterusan dizalimi oleh rejim Zionis Israel dan sekutunya. Kita boleh melakukan banyak perkara demi untuk saudara-saudara kita di Gaza….
Dengan ini, saya menyeru setiap pihak agar:
1- Qunut Nazilah – Membaca qunut nazilah pada setiap kali solat dan ajarkan makna qunut dan cara melakukannya kepada orang-orang yang masih belum mengetahui hakikat qunut.  Keadaan di Gaza memerlukan sikap pro-aktif umat Islam sedunia. Adalah menjadi satu kezaliman bagi kaum Muslimin membiarkan saudara mereka di Palestin berterusan dizalimi oleh rejim Zionis Israel dan sekutunya. 2- Tinggalkan makanan, minuman dan kerehatan yang berlebihan dan salurkannya kepada saudara-saudara kita di Palestin. Salurkan wang anda kepada pertubuhan-pertubuhan kebajikan tempatan yang terlibat menguruskan sumbangan untuk membantu rakyat Palestin.
3- Mendermalah untuk pembelian ubat-ubatan yang diperlukan. Menyumbang secara terus sama ada sumbangan yang berbentuk material ataupun kewangan. Hospital-hospital dan klinik-klinik di Gaza sedang kehabisan ubat-ubatan untuk merawat para pesakit.
4- Bagi sesiapa yang mempunyai kemampuan dan kesempatan, sertailah misi-misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Gaza (untuk menyalurkan kelengkapan pakaian, makanan dan bahan api)
5- Mobilisasi rakyat untuk bangkit melahirkan solidariti bersama rakyat Gaza yang dizalimi dan sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin meruncing. Demo, bantahan, memorandum dan juga segala wasilah yang sesuai mestilah digunakan untuk tujuan tersebut.
6- Sebarkan maklumat kesengsaraan rakyat Gaza kepada seluruh rakyat dan penduduk dunia melalui teknologi yang ada seperti poster, banner, penulisan artikel di akhbar-akhbar, majalah-majalah, e-mail, laman web, sms, Ym dan lain-lain lagi.
7- Wujudkan Tabung Palestin di setiap rumah (Didiklah anak-anak agar mula menabung dari duit perbelanjaan mereka untuk rakyat Palestin). Sikap ini akan mewujudkan perasaan kebersamaan mereka dengan rakyat Palestin yang ditindas.
8- Bagi para pemudi dan wanita yang beriman, mereka hendaklah berderma dengan barang-barang perhiasan berharga yang mereka miliki.  Sebarkan maklumat kesengsaraan rakyat Gaza kepada seluruh rakyat dan penduduk dunia melalui teknologi yang ada seperti poster, banner, penulisan artikel di akhbar-akhbar, majalah-majalah, e-mail, laman web, sms, Ym dan lain-lain lagi. 9- Kepada seluruh warga yang bekerja, gunakanlah kedudukan kamu untuk menyelamatkan Palestin. Sebagai contoh :-
a. Para Pendakwah : Bangunkan Ummah untuk membantu Palestin dan serulah pihak-pihak berkuasa dengan kebenaran.
b. Ahli-ahli Parlimen : Gunakan segala jentera pemantauan supaya Kerajaan melaksanakan tanggungjawabnya secepat mungkin.
c. Para aktivis Politik dan Parti : Himpunkan rakyat untuk isu ini, berlumba-lumbalah sekarang untuk menyelamatkan ummah.
d. Para Pengamal Undang-undang : Berusahalah di peringkat nasional dan antarabangsa untuk mengutuk perang dan penyembelihan secara beramai-ramai ini.  Para aktivis Politik dan Parti : Himpunkan rakyat untuk isu ini, berlumba-lumbalah sekarang untuk menyelamatkan ummah. e. Para Wartawan : Gunakan kedudukan anda untuk membentuk pendapat umum rakyat samada melalui media bercetak mahupun media audio visual. Sebarkan kesedaran mengenai usaha ummah untuk menyelamatkan Palestin. Dedahkan pekung musuh, berilah peringatan kepada mereka yang masih bersikap alpa dan leka, serulah ummah dan bangunkan orang-orang yang lalai.
Gerakerja secara kolektif
Ikhwan Muslimin, seluruh parti politik dan pertubuhan-pertubuhan NGO, sekarang ini sedang berhimpun untuk menyusun usaha secara kolektif menuntut supaya pintu masuk di setiap sempadan di Palestin untuk dibuka. Dengan izin Allah, semua pertubuhan ini dengan kerjasama daripada bangsa Arab, umat Islam dan seluruh rakyat di dunia akan melakukan apa yang tidak dilakukan oleh negara-negara dan institusi-institusi antarabangsa.
“Dan katakanlah, “ Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga RasulNya dan orang-orang Mukmin..” (At-Taubah : 105)
Note: Dr. Mahmoud Ezzat, Setiausaha Agung, Jamaah Ikhwan Muslimin. Terjemahan : Maszlee Malik
Dipetik dari http://palestinkini.info
Oleh ZUARIDA MOHYIN  | | JOANNES Lukas menunjukkan dua buah kitab yang dibuat perbandingan pada peringkat awal pencarian kebenaran. Kitab Tafsir al-Quran (kanan), manakala di sebelah kiri ialah kitab terjemahan Injil . | PERTEMUAN kali pertama penulis dengan anak muda kelahiran Tawau, Sabah ini, langsung tidak menampakkan dirinya seorang mualaf. Ini kerana raut wajah Joannes Lukas, 29, persis jejaka Melayu ditambah pula kelancaran tutur kata tanpa dipengaruhi loghat negeri asalnya. Malah menurut lulusan Ijazah Sarjana Muda kejuruteraan dari Universiti Putra Malaysia (UPM) ini lagi, kalau melihat penampilan dirinya sebelum bergelar Muslim, beliau sendiri tidak menyangka akan memeluk agama Islam. “Jadi Muslim... memang tidak pernah terlintas dan terbayang. Ini kerana saya boleh dikatakan seorang penganut Kristian yang setia serta terlibat secara aktif dengan pelbagai aktiviti gereja. “Tetapi semuanya bermula selepas saya berhijrah ke Semenanjung Malaysia untuk menyambung pengajian di UPM kira-kira 10 tahun lalu. Pada masa itu, saya sedang mengikuti matrikulasi. “Hakikatnya, pengislaman saya lebih kepada pengkajian dan perbandingan agama. Itupun selepas berhadapan dengan beberapa persoalan berkaitan agama anutan saya ketika itu,” cerita anak muda ini yang yang lebih mesra dengan panggilan Johan ketika ditemui di pejabat Jemaah Islah Malaysia (JIM) di Taman Melawati, Selangor baru-baru ini. Tambah Johan yang juga merupakan sukarelawan di Hidayah Centre, minat membaca dan menganalisis adalah proses awal sebelum akur akan ketauhidan Allah s.w.t., sekali gus menerima Islam secara ikhlas tanpa paksaan. “Satu persoalan yang terpacul daripada mulut seorang teman Muslim tentang keyakinan saya dengan agama anutan saya, membuatkan saya sentiasa memikirkannya berulangkali. Malah ini adalah satu pendorong untuk saya mencari apa di sebalik maksud soalannya itu tadi. “Pada masa sama, saya ada membaca satu buku perbandingan agama yang saya temui di rumah sewaktu pulang bercuti semester. Dalam pembacaan saya itulah pelbagai aspek berkaitan agama anutan saya mula dipersoalkan. Antaranya peranan Nabi Isa dan konsep Triniti atau tritunggal. “Peliknya, sewaktu meneliti tafsir al-Quran dari al-Fatihah hinggalah ke surah al-Maidah ayat 72 dan 73, saya tidak dapat menahan sebak dan terus menangis. Ayat tersebut menjelaskan soalan yang saya cari selama ini. Seketika itu juga, terdengar laungan azan di masjid berdekatan asrama. Mungkin di situlah Allah memberikan saya hidayah-Nya,” akui Johan yang turut membeli buku-buku lain untuk dibuat perbandingan. Pertemuan itu, kata Johan menjadi titik perubahan yang menyedarkannya akan erti keEsaan Allah. Di samping itu, menerusi pergaulannya dengan teman-teman Muslim, mereka bagai dapat menghidu minat Johan tentang Islam, lantas memperkenalkannya dengan beberapa orang ustaz di UPM. Rapat “Saya mula rapat dengan ustaz Haji Azhari Ahmad dan hubungan kami semakin rapat kerana dia banyak memberi penerangan yang jelas tentang banyak persoalan. “Alhamdulillah, dengan sokongan ustaz Azhari yang juga merupakan abang angkat, akhirnya saya memeluk Islam iaitu pada 21 Jun 2000 di Jabatan Agama Islam Selangor di Subang Jaya, Selangor,” katanya. Kata Johan, hanya Allah memahami kegembiraannya kala mengucap dua kalimah syahadah. Ia seolah-olah berjumpa dengan sebutir mutiara. Perasaan seronok, gembira mengatasi segalanya, waima keputusan yang diambil itu membelakangkan keluarga. “Menyedari pilihan yang dibuat mengundang kemarahan keluarga, saya cuba merahsiakan pengislaman diri daripada pengetahuan keluarga dengan pelbagai helah dan lakonan semata-mata jika pulang ke kampung,” cerita anak ke-10 daripada 12 adik-beradik ini yang mahu kekal dengan nama sebelum Islamnya kerana ia masih membawa maksud yang baik iaitu, Yahya Lokman. Pun begitu, rahsia yang dipendam selama itu cuba ditamatkan dengan menulis sepucuk surat kepada keluarga. Di dalam warkah itu, Johan cuba menjelaskan kepada keluarganya bahawa pengislamannya bukan kerana paksaan atau pengaruh sesiapa dan bukan kerana wanita tetapi hanya daripada kajian dan berdiskusi untuk mencari kebenaran. Kata Johan, perbuatannya itu mengundang kejutan besar kepada keluarga dan bermulalah episod penuh mencabar sebaik bergelar Muslim. “Saya ada pulang ke kampung sebelum majlis perkahwinan kakak. Rupa-rupanya, kepulangan saya tidak diterima mereka sehingga saya dihalau dan dipulau serta disindir. Itu semua tidak saya endahkan kerana saya sentiasa mengatakan bukankah bila saya masuk Islam, saya lebih baik dari dahulu? “Saya sayangkan keluarga saya. Agama tetap agama dan bangsa tetap bangsa. Islam tidak memisahkan hubungan anak dengan ibu bapa mahupun keluarganya. Di samping itu, saya tidak pernah jemu berdoa dan melakukan yang terbaik sama ada sebagai anak mahupun adik. “Alhamdulillah, kini ibu yang sudah berusia 64 tahun menerima dan merestui pengislaman saya. Saya bersyukur keperibadian Muslim yang cuba saya tonjolkan kepada keluarga berjaya merubah persepsi negatif mereka terhadap Islam dan menerima saya sebagai Muslim,” ujar Johan yang terus berdoa agar seluruh ahli keluarganya turut menerima hidayah Ilahi. Mengenai penglibatannya dengan kerja-kerja sukarelawan di Hidayah Centre, kata Johan secara serius ia bermula tahun lalu. Tetapi minatnya bermula selepas perkenalan dengan sukarelawan JIM yang turut sama mengikuti kursus perkaderan mualaf anjuran Majlis Agama Islam Selangor (MAIS) pada 2003. “Di hati kecil saya terpanggil untuk memberi satu kemanisan Islam kepada bukan Islam apa lagi tugas menyampaikan dakwah Islamiah adalah tanggungjawab setiap umat Islam yang merupakan khalifah Allah di muka bumi ini. “Amatlah penting untuk kita memberi gambaran jelas tentang agama Islam. Sebab itulah, saya selalu terangkan kepada keluarga dan semua bahawa untuk kenal Islam kena kenal agamanya. Kesilapan sekarang ini, orang bukan Islam melihat dari sudut yang tidak berapa tepat iaitu orangnya,” katanya. Buat masa ini, Johan berusaha memantapkan kecintaan kepada Allah dan sesama makhluk. “Di samping itu, saya ada menerima undangan membuat perbandingan agama terutamanya untuk agama Kristian, memandangkan sedikit ilmu yang ada dan saya rasa ia perlu dikongsi dengan ramai agar syiar Islam terus tersebar dan berkembang serta bebas daripada persepsi negatif,” kata Johan mengakhiri perbualan kami lewat petang itu.
(Dipetik Dari Utusan Malaysia)

1924, si pengkhianat agama berjaya merampas takhta. Mustafa Kamal Laknatullah berjaya menumbangkan khalifah uthmaniyah. Di sini bermulalah era-era pemodenan di janjikan Mustafa Kamal. Namun bukti menunjukkan rakyat Turki tetap mundur bukan maju seperti mana yang di war-warkan. Mulai saat itu, tiada lagi sebuah sistem yang benar-benar menjaga kepentingan ummah. Bayangkan, di satu zaman tatkala seorang yahudi hanya menarik tudung muslimat lantas tentera dikerah pergi berduyun-duyun bagaikan pesta ria sure heboh. Dari Istana Khalifah hinggalah tempat kejadian. Lantas si yahudi tidak berani lagi memperlekehkan Islam. Syiar Islam dapat ditegakkan. Hari ini, Ulama yang lantang bersuara isu mengharamkan sure heboh dibiarkan tidak dipertahankan. Puak-puak bukan Islam mula mencabul kesucian Islam dengan menekan pihak-pihak tertentu agar tidak ada lagi ulama yang bermulut lancang mempertahankan Islam. Malah, virus murtad juga tidak dipedulikan khalifah Hadhari ini. Tanggal 8 Mac menjadi penentu kebangkitan ke arah terbinanya semula khalifah Islam. Sebelum ini, Ura-ura dan tanda-tanda kebangkitan khalifah di bumi tumbangnya khalifah telah mula tercorak. Kemenangan parti Ak tidak senangi tentera Turki dan golongan Sekular. Namun, terbukti Islam kian mendapat sambutan hangat di sana. Di Palestin pula, sebelum bermulanya kerajaan campuran, Hamas memenangi hati rakyat dan mendapat mandat untuk mentadbir Palestin. Namun kemenangan mereka sekali lagi ditentang. Itu adalah permulaan sebuah khalifah di Timur tengah dan Eropah. Malaysia jua sedang menghadapi saat-saat getir menjelangnya 8 Mac. Aku teringat kata-kata seorang pejuang, "Jika hanya 100 orang yang berada pada Jalan Islam ini, aku pohon agar aku berada di antara 100 orang tersebut. Jika hanya 10 orang yang memperjuangkan Islam, aku berharap agar aku tergolong di antara 10 orang tersebut dan jika hanya seorang sahaja yang memperjuangkan agama Allah ini, aku berharap agar akulah orangnya."
Begitu seklai pendirian dan keteguhan orang yang mengenali erti perjuangan. Tentu sekali begitu bererti sebuah perjuangan itu kerna beria-ia benar beliau ingin menjadi orang-orang yang terpilih untuk berjuang itu.
Mungkinkah kerna si pejuang itu mengetahui bahwa di akhir kembaranya di dunia itu nanti, di akan di persoalkan tentang AMANAH yang di berikan? ah, sukar untuk di jelaskan dan diberi alasan, apakah sumbangan ku ke arah PERMULAAN SEBUAH PENGEMBARAAN menegakkan syiar tuhan.
Tepuk dada tanya minda, selagi mana tidak di tanya oleh sang Maha Kuasa.
"berFIKIR,meRENUNG, dan meNAFSIR"
(Nukilan @srul - Daif lagi Fakir ILMU)
Krim seks Mat Rempit
KUALA TERENGGANU: Sejenis produk rangsangan seks dipercayai diimport dari negara jiran dikatakan menjadi buruan golongan muda, terutama Mat Rempit ketika bersama teman wanita.
Difahamkan, produk berbentuk krim dan tisu basah itu dipercayai dibawa masuk ke negara ini melalui selatan tanah air dan mudah diperoleh berikutan harganya yang murah, hanya RM15.
Produk rangsangan seks itu didakwa sering digunakan untuk meniduri teman wanita masing-masing.
Seorang peniaga berusia 42 tahun dari Kampung Kuala Ibai di sini, berkata dia tertarik membeli produk itu daripada seorang rakan selepas mendapati ia mendapat sambutan hangat Mat Rempit.
Dia yang enggan dikenali berkata, produk itu dipercayai dibawa masuk dari negara jiran melalui selatan tanah air sebelum dijual secara meluas di negeri ini "Saya membelinya semata-mata mahu membongkar kehancuran akhlak golongan remaja di negeri ini termasuk pelajar akibat penggunaan produk rangsangan seks berkenaan.“Saya bimbang jika gejala penggunaan produk itu tidak dibongkar, ramai remaja wanita termasuk pelajar menjadi mangsa perbuatan tidak bertanggungjawab Mat Rempit dan Mat Motor itu,” katanya, semalam.
Peniaga berkenaan mendedahkan, rakannya berusia 20-an pernah menceritakan pengalaman meniduri teman wanitanya berusia belasan tahun selepas menggunakan produk rangsangan seks berkenaan.
“Saya hairan sesetengah remaja begitu bangga menceritakan pengalaman menggunakan produk rangsangan seks itu untuk meniduri teman wanita.
“Turut dikesali terdapat remaja perempuan seolah-olah rela dijadikan bahan uji kaji untuk menguji keberkesanan penggunaan produk rangsangan seks yang dijual,” katanya.
Dia berharap melalui pendedahan dilakukan, golongan ibu bapa lebih prihatin dalam mendidik anak, terutama perempuan supaya tidak menjadi mangsa.
“Ibu bapa perlu sentiasa mengawasi pergerakan anak perempuan masing-masing supaya tidak menjadi mangsa gejala sosial ,” katanya. (Dipetik Dari Harian Metro)
KUALA LUMPUR 9 Feb. – Kes remaja hamil luar nikah di negara ini sering menunjukkan peningkatan setiap kali selepas sambutan Hari Memperingati Kekasih yang disambut pada 14 Februari setiap tahun. Gejala itu jika dibiarkan berlarutan dibimbangi akan menyumbang kepada meningkatnya kes pembuangan bayi di negara ini. Pengasas Pusat Kebahagiaan Wanita dan Remaja (Kewaja), Yahaya Mohamed Yusof berkata, berdasarkan kepada kes yang dikendalikannya, jumlah remaja hamil yang dirujuk ke pusat itu pada akhir Februari dan awal Mac biasa meningkatnya. Katanya, dalam tempoh itu pusatnya yang menempatkan remaja-remaja yang bermasalah menerima purata 40 hingga 45 remaja hamil. ‘‘Sebahagian besar remaja yang ditempatkan di Kewaja mengadu mereka lupa diri ketika menyambut Hari Memperingati Kekasih atau Valentine’s Day. ‘‘Mereka keluar berpasangan dan berpesta sehingga larut malam, kemudian mengambil pil khayal hingga tidak sedar ‘terlanjur’ lalu hamil,’’ katanya ketika ditemui Utusan Malaysia di sini hari ini. Justeru, katanya, Kewaja menyarankan supaya sambutan hari tersebut diawasi dan sewajarnya oleh semua pihak terutama ibu bapa dan tidak dijadikan amalan di kalangan remaja khususnya yang beragama Islam. ‘‘Islam tidak menggalakkan sambutan seperti itu kerana hari tersebut bukan sahaja mengagungkan budaya Barat malah mempunyai banyak pengaruh sosial yang tidak baik,’’ katanya. Dalam hal itu, beliau berpendapat kempen kesedaran harus dijalankan sepanjang tahun bagi meningkatkan kesedaran remaja terutamanya terhadap bahaya pergaulan bebas. ‘‘Kempen yang berterusan akan membantu untuk membendung gejala tidak sihat ini,’’ katanya. Kemaja yang ditubuhkan pada tahun 1988 membimbing wanita serta remaja bermasalah terutama yang mengandung di luar nikah menggunakan elemen Islam Hadhari.
(Dipetik Dari Utusan Malaysia)
Perjanjian Damai
Dinding-dinding sudah tidak lagi kelihatan seperti dinding.Di sana sini berlaku pelbagai kemusnahan, mungkin ungkapan vandalisme sesuai di tafsir oleh remaja Malaysia. Namun vandalisme di bumi bergolak ini lagi maha dahsyat. Bukan menggunakan spray cat atau pun kayu-kayu atau besi-besi buruk untuk memusnahkan harta awam seperti mana di Malaysia. M-16 sudah mencukupi bagi mereka untuk melakukan seperti mana "hobi masa lapang" remaja di Malaysia itu.
Wilayah Timur itu telah lama bergolak. Setiap hari bumi itu bermandikan darah dan peluru. "Sampai bila kita harus begini?" rungut orang tua itu. Kuasa pemerintahan yang ada padanya pun belum dapat mengembalikan suasana sepi dari bunyi bom, peluru dan segala macam keganasan yang ada di bumi bersejarah itu. Perjumpaan para menteri berlangsung dan saling memikirkan nasib dan masa depan wilayah bergolak itu. "Kita perlu mencapai kata damai," dewan senat sepakat mahukan keamanan. Tindakan di ambil sesegera mungkin agar keamanan dapat di kecapi semula. Ah! tak sabar rasanya mahu menghirup udara segar di pagi hari tanpa perlu rasa takut dan bimbang lagi. Perjanjian damai dimeterai, pelbagai syarat dikenakan. Namun orang tua itu akur dan menurut agar rakyat tercinta mampu memiliki semula keamanan yang sudah tidak terdapat lagi di dalam kamus hidup mereka. Perjanjian damai tidak bertahan lama. Ternyata nafsu serakah mereka tergambar jelas. Perjanjian damai yang di meterai dahulu hanyalah sekadar lakonan agar kami senyap dan tidak melawan. Titik ke arah Keamanan Bermula
Sementara itu, di satu lembah dalam wilayah bergolak itu, terdapat ribuan rakyat yang hadir mendengar ucapan dari seorang tua yang lumpuh. "Pengkhianatan terhadap bumi Palestin harus terus di tentang. Bumi Palestin tidak mahu terus di perintah oleh kaum-kaum yang memungkiri janji dan melakukan kezaliman. ALLAHU AKBAR!!!!" Lantas pemuda-pemuda yang di bakar semangat oleh orang tua yang lumpuh kerna kemalangan itu terus melaungkan semangat untuk menuntut kedamaian dan keamanan. Namun berbeza caranya dengan orang tua yang berkuasa itu tadi, mereka melakukan pendekatan yang digelar INTIFADAH!!! Akhirnya orang tua yang berkuasa itu meninggalkan dunia fana ini selamanya kerna sakit gering sementara orang tua yang lumpuh itu meninggal kerna di tembak oleh peluru berpandu jet pejuang musuh setelah selesai melakukan solat subuh.
Syahid si lumpuh itu tidak melunturkan sedikit pun semangat dan keazaman pemuda-pemuda wilayah itu. Malah teriak mereka "JIKA MATI AHMAD YASSIN MAKA SEJUTA AHMAD YASSIN AKAN LAHIR!" itulah semangat dan keazaman yang di semai oleh si lumpuh yang syahid itu tadi. Kecacatan bukan penghalang dan sebab untuk dia menyerah tanpa perlu untuk mencari jalan ke arah kedamaian.
Perjuangan mendamaikan bumi bergolak itu diteruskan menyebabkan gentar dan takut puak-puak yang menyokong kaum-kaum yang menindas dan zalim di wilayah bergolak itu. Mereka sangka mereka berjaya melumpuhkan kekuatan pengikut si lumpuh itu. Namun sokongan dan dokongan rakyat wilayah itu telah menyebabkan kemenangan HAMAS badan yang pernah di tubuhkan si lumpuh itu dan ternyata menjadi pilihan rakyat bumi bergolak itu pada pilihan raya lepas tidak di iktiraf sebagai sebuah kerajaan baru PALESTIN oleh pendokong-pendokong POLIS DUNIA. Menjadi "Pendamai" Aku mahu menjadi orang yang berjuang ke arah mendapat keamanan dari kekejaman dan kezaliman Yahudi. Aku tidak terlepas untuk menyertai kempen Intifadah itu. Ku mohon restu ibu agar ibu sentiasa mendoakan keselamatan dan kemenangan kami ke arah damai itu. Satu demi satu pasukan tentera yahudi di tentang. penakut sungguh mereka, senjata batu yang digunakan di balasnya bedilan kereta kebal pada anak-anak kecil yang tidak mahu ketinggalan memungut janji-janji Tuhan pada mereka yang menjadi syuhada. Aku menyertai satu misi untuk menangkap askar-askar yahudi yang maha zalim itu. strategi ini di ambil agar yahudi mahu bertolak ansur untuk membebaskan rakyat-rakyat dan pejuang-pejuang keamanan yang di penjarakan dan di seksa di dalamnya. Misi kami berjalan lancar. Seorang askar berpangkat Kapten berjaya ditahan dan ditangkap. Kami melaporkan pada pihak atasan Yahudi untuk melakukan pertukaran tebusan antara mereka dan kami.
Damai Abadi Aku pulang ke rumah sebentar untuk mengambil keperluan ku dan menghilangkan rindu ku pada ibu tersayang. Beberapa minit kemudian jiran datang ke rumah ku memberitahu bahawa askar yahudi telah datang ke mari. Aku bergegas keluar dari rumah, namun sebutir peluru tepat hinggap di dada aku. Mereka terus melepaskan beberapa das tembakan lagi, akhirnya aku tersungkur rebah. Askar-askar Yahudi datang bergerombolan meluru ke arah ku, di lihatnya aku tercungap-cungap separuh mati lalu mereka terus menendang jasad ku yang sedang tenat menahan luka parah bedilan M 16. Mereka cuba mendapatkan maklumat dari aku, namun telah di takdirkan untuk aku bertemu dengan PENCIPTA aku dan mendapat DAMAI ABADI pada petang yang berdarah itu.  "berFIKIR,meRENUNG, dan meNAFSIR"
(Nukilan @srul - Daif lagi Fakir ILMU)
"Sudikah engkau menemani ku? Aku telah di perintahkan untuk berhijrah." Gembira bukan kepalang Abu Bakar ra apabila kekasih langit dan bumi Muhammad saw mengajaknya menemani perjalanan hijrah. Itulah detik-detik permulaan kebangkitan Islam. Detik-detik bermulanya lembaran baru. Permulaan kepada sejarah dunia. Permulaan pada sebuah ketamadunan. Bangunan Di Bina
Sampai sahaja di Yathrib (Madinah), tugas pertama Rasulullah saw sebagai PERDANA MENTERI MADINAH adalah untuk membina sebuah bangunan. Namun baginda itidak perlu kepada sebuah monumen, tidak juga perlu kepada seni ukir yang cantik mahu pun seni bina yang kreatif sehingga menyebabkan KILAUAN KRISTAL itu menyilau mata yang memandang. Bangunan itu juga tidak pula di fikirkan nabi Muhammad saw untuk menjadi tarikan lensa-lensa kamera pelancong untuk mengambil gambar bangunan itu. Kalaulah nabi ingin menjadikan bangunan itu tarikan pelancong masakan nabi menggunakan atap tamar, tentu sahaja silauan KRISTAL MENTARI menyakitkan mata. Bahkan tidak juga di fikirkan nabi Muhammad saw ketika itu untuk menjana kepesatan ekonomi Madinah melalui bangunan itu, Namun jelas, MASJID NABAWI didirikan nabi semata-mata untuk menjadi tempat HAMBA-HAMBA berhimpun menTAATi perintah AL-KHALIQ (pencipta). Walau tidak mempunyai hamparan permaidani, saf-saf Masjid Nabawi penuh di isi berbanding kilauan KRISTAL yang saf-safnya yang di penuhi hanyalah sekangkang kera.
Masjid Nabawi
Perjanjian Yang Menguntungkan
Kafir Quraisy mengikat perjanjian damai dengan Rasulullah saw. Sahabat-sahabat tidak bersetuju dengan syarat-syarat yang dikenakan. Namun, Rasulullah akur dan menurut permintaan kafir Quraisy. Setiap pelancong yang datang ke Madinah di layan dengan baik dan di hantar pulang ke Makkah agar terjamin keselamatan mereka. Akhirnya pelancong-pelancong Makkah tadi tertarik untuk menginap dan menetap di Madinah bukan kerna KILAUAN bangunan yang di dirikan baginda, tetapi hasil dari dakwah dan AKHLAK baginda.
Tamadun Khalifah Umar Abdul Aziz
Hari kedua dilantik menjadi khalifah, beliau menyampaikan khutbah umum. Dihujung khutbahnya, beliau berkata “Wahai manusia, tiada nabi selepas Muhammad saw dan tiada kitab selepas alQuran, aku bukan penentu hukum malah aku pelaksana hukum Allah, aku bukan ahli bid’ah malah aku seorang yang mengikut sunnah, aku bukan orang yang paling baik dikalangan kamu sedangkan aku cuma orang yang paling berat tanggungannya dikalangan kamu, aku mengucapkan ucapan ini sedangkan aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosa disisi Allah” Beliau kemudian duduk dan menangis "Alangkah besarnya ujian Allah kepadak" sambung Umar Ibn Abdul Aziz. Beliau pulang ke rumah dan menangis sehingga ditegur isteri “Apa yang Amirul Mukminin tangiskan?” Beliau mejawab “Wahai isteriku, aku telah diuji oleh Allah dengan jawatan ini dan aku sedang teringat kepada orang-orang yang miskin, ibu-ibu yang janda, anaknya ramai, rezekinya sedikit, aku teringat orang-orang dalam tawanan, para fuqara’ kaum muslimin. Aku tahu mereka semua ini akan mendakwaku di akhirat kelak dan aku bimbang aku tidak dapat jawab hujah-hujah mereka sebagai khalifah kerana aku tahu, yang menjadi pembela di pihak mereka adalah Rasulullah saw’’ Isterinya juga turut mengalir air mata. Umar Ibn Abdul Aziz mula memeritah pada usia 36 tahun sepanjang tempoh 2 tahun 5 bulan 5 hari. Pemerintahan beliau sangat menakjubkan. Pada waktu inilah dikatakan tiada siapa pun umat Islam yang layak menerima zakat sehingga harta zakat yang menggunung itu terpaksa diiklankan kepada sesiapa yang tiada pembiayaan untuk bernikah dan juga hal-hal lain.

Tamadun Islam Malaysia
Modal insan yang di kempen dan di war-warkan menjadi satu kempen yang cukup baik bagi MEMBAIK PULIH (islah) akhlak manusia terutama di dalam negara tercinta Malaysia. Namun apalah yang di praktikkan oleh kempen MODAL INSAN itu apabila MAT-MAT REMPIT di tawarkan untuk melakukan PENERJUNAN ke kutub utara. Adakah itu didikan MODAL INSAN? Jika ya jawapannya maka Mat-mat rempit yang baru akan muncul kerna mahu pula di pilih untuk acara-acara kuak lentang di kutub utara dan sebagainya bagi membuktikan bahawa MALAYSIA BOLEH! Bagaimana pembentukan akhlak rakyat terutama muda-mudi yang kini ketandusan adab namun melimpah ruah dengan hiburan dapat dilaksanakan jika inilah corak dan caranya mereka mendidik ke arah modal insan. Misi ke angkasa merupakan kebanggaan negara tika ini. Namun, hasil jutaan mungkin mencecah billion ringgit di habiskan, apakah kepakaran angkasa yang berjaya di peroleh? Adakah Malaysia kini mampu mencipta kapal ke angkasa lepas untuk angkasawan negara yang berikutnya berlepas dari tanah air sendiri pula? Tidakkah zaman tamadun Islam dahulu, negara Islam merupakan gedung dan pusat ilmu. Jadi Malaysia harus terus meneroka ilmu-ilmu baru. Modal insan sepatutnya dapat diterapkan pada kaum wanita supaya menutup aurat. Namun oleh kerna contoh dari pimpinan yang tidak menutup aurat maka bagaimana mungkin rakyat menutup kepala. Sewajarnya isteri perdana menteri malu kepada permaisuri agung yang bertudung itu kerana suaminya beria-ia mewartakan pendekatan Islam Hadhari ini. Masjid Putrajaya, Masjid Wilayah tidak pernah penuh saf-saf jamaahnya sedangkan surau-surau yang agak padat kapasiti jamaahnya sepanjang waktu solat di robohkan kerna di bina sendiri oleh penduduk untuk menunaikan tuntutan Tuhan secara berjamaah. Adakah cantik dan menarik sesuatu masjid itu mampu menarik sekelian umat Terengganu untuk solat dengan KILAUAN masjid terbaru itu? Atau sekadar tempat persinggahan orang-orang kafir menumpang tandas dan mengambil gambar pemandangan masjid Kristal itu? Tanggal 1 Januari di sambut meriah oleh seluruh umat Malaysia, namun tanggal 1 Muharam sepi dan longlai. Tidak pula pimpinan Islam Hadhari mewartakan acara cemerlang, gemilang dan terbilang untuk di laksanakan bagi menyambut tahun baru Islam ini? Mampukah kegemilangan tamadun Islam yang sebenar di cerna kembali oleh Malaysia?
"berFIKIR,meRENUNG, dan meNAFSIR"
(Nukilan @srul - Daif lagi Fakir ILMU)
Ayah mencium kitab suci Al- Quran itu. Setiap pagi ayah akan membaca beberapa lembaran ayat suci Al-Quran. Dari kecil ayah mengamalkan membaca Al-Quran. Seusai subuh, aku cuba bertanya ayah mengapa ayah membaca sentiasa membaca Al-Quran? Bukankah ayah tidak faham sepatah pun bahasa arab? Bukankah perbuatan ayah itu SIA-SIA dan memBUANG MASA? Ayah tersenyum. Lantas ayah menyuruh aku mengambil bakul rotan di stor belakang rumah. Ayah menyuruh aku mengambil air di sungai berhampiran dan bawa pulang air di dalam bakul itu. Aku bingung namun menuruti perintah ayah ku. Aku pulang ke rumah dengan membawa bakul berisi air. Namun, air tadi tumpah dan melimpah sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah. Habis kontang air dalam bakul itu. Ayah menyuruhku mengambil lagi air di sungai. Kali ini dia menyuruh aku agar mempercepatkan langkahku agar air masih ada lagi di dalam bakul itu. Namun perkara yang sama terjadi setibanya aku di rumah. Dua, tiga kali aku berulang alik ke sungai. Ah! aku kepenatan. Ayah sengaja menyuruh aku melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Masakan bakul itu mampu menampung air. Baik aku menggunakan baldi untuk mengambil air di sungai daripada menggunakan bakul YANG TIDAK BERGUNA ITU. Ayah memarahi ku kerna tidak menurut arahannya. "Ayah mahu kamu menggunakan bakul itu, bukan baldi," Tegas ayah. Aku kembali mencapai bakul itu. Namun, aku menyedari sesuatu yang berlainan yang berlaku. Bakul itu kini berseri-seri. Kelihatan seolah-olah baru di beli. Baru aku mengerti, selama ini air yang melimpah keluar telah membasuh dan menyucikan bakul itu. Samalah juga dengan Al-Quran. Jika di amalkan setiap hari, ia mampu mengHIDUPkan JIWA-JIWA yang KOSONG.
"berFIKIR,meRENUNG, dan meNAFSIR"
(Nukilan @srul - Daif lagi Fakir ILMU) "Man, malam ni game kul berapa?"
"Pukul 3 la. Ko nk tengok tak?" "okeh. Aku nak tidur sekejap. Pukul 3 nanti boleh bangun," balas ku ringkas. Aku pun set alarm untuk bangun pukul 3 pagi itu. Dingin malam itu menyebabkan aku nyenyak dan lena di buai mimpi-mimpi indah. KRINGGGGGGG!!!!!!!!! alaramku berbunyi. Ah! malasnya nak bangun. "Kan lagi bagus aku berselimut lagi. Tapi game malam ni best juga. Rugi kalau tak tengok," Bisik hati kecil ku.Bingkas aku bangun. Mencuci muka, dan membancuh secawan nescafe panas untuk menghangatkan diri ku dalam dingin pagi itu.
Pagi itu, kami berdua menonton perlawanan yang sengit itu. Pertembungan antara dua gergasi bola sepak dunia. Pagi itu adalah perlawanan antara Manchester United dengan Arsenal. Kami menyokong pasukan pilihan masing-masing. SORAK dan CEMAS bertukar-bertukar sewaktu pasukan pilihan kami menyerang dan diserang.
45 minit telah berlalu. Tanda-tanda pasukan yang menang dan kalah belum lagi kelihatan. Masing-masing sama hebat, sama tangkas. Ada jua percubaan bahaya dari kedua-dua belah pasukan namun berjaya di tangkis oleh penjaga gawang atau pun kadang kala tersasar dari sasaran. 45 minit berlalu. 45 minit kami meluangkan masa berpagi-pagi untuk memenuhi tuntutan minat dan kemahuan diri. Siapa menang siapa kalah masih belum jelas lagi. Namun yang jelas, KAMI jua perlu MENANG.
Lantas segera ku bangkit dari depan kaca television menuju ke bilik air. Ku basuh muka, tangan, rambut, telinga dan kaki. Anggota-anggota yang perlu untuk menyempurnakan wudhu' ku.
ALLAHUAKBAR!!! ALLAH MAHA BESAR!!! SORAK MEMBESARKAN ALLAH pula kedengaran. Alhamdullillah, Segala Puji Bagi Allah! Seusai aku melakukan Solat Tahajud dan Taubat. Aku kembali mengadap di hadapan kaca television. Permainan sudah bermula 5 minit tadi. Ah!! Masih lagi terikat dengan 0-0. Manchester United dan Arsenal masih lagi menentukan siapa menang siapa kalah, namun pagi itu aku telah MENANG kerna masih lagi aku SEDAR aku SEKADAR SEORANG HAMBA TUHAN dan AKU MENANG dalam melawan NAFSU MALASKU untuk BERSUJUD MENYEMBAH TUHAN YANG MENCIPTAKAN KU.
"berFIKIR,meRENUNG, dan meNAFSIR"
(Nukilan @srul - Daif lagi Fakir ILMU)
Soalan
Dang Setia, hati saya tidak berdaya lagi untuk memendam masalah ini dan mengharap Dang Setia dapat membantu. Saya sebenarnya tidak pandai sangat menulis surat, tapi berharap Dang Setia faham apa yang akan saya ceritakan.
Masalah saya ialah, saya ingin tahu cara membuatkan seseorang itu tidak ketagih seks. Perkara ini tidak berlaku pada saya, tetapi pada teman lelaki. Setiap kali berjumpa, kami sering melakukan maksiat (ringan-ringan).
Kami tahu perbuatan itu salah, tapi kami tetap melakukannya. Kami pernah ditangkap polis, tapi ‘terlepas’. Sebenarnya saya terpaksa melayan kehendak teman lelaki kerana takut dikecewakan sekali lagi, selain malu kepada keluarga kerana mereka kenal teman lelaki saya.
Ini kerana teman lelaki selalu mengugut jika saya tidak melayan kehendaknya. Contohnya, dia tidak ingin berjumpa saya untuk tempoh lama dan jika ingin berjumpa saya, mesti di rumah saya atau ditemani keluarga.
Saya pernah bertanya bila dia ingin bertaubat, tapi katanya apabila tiba masanya dan apabila sudah berumahtangga.
Jadi, kini saya ingin tahu cara membuatkan seseorang itu tidak ketagih seks atau dapat mengawal nafsu. Bagaimana juga cara menginsafkan teman lelaki saya.
Saya pernah bertanya masalah ini pada rakan dan dia mencadangkan saya tinggalkan saja teman lelaki saya. Masalahnya, saya terlalu sayang dan tidak mungkin meninggalkannya. Pada saya, jalan terbaik ialah membimbingnya supaya dia tidak tersasar jauh.
Dang Setia, sebelum kami berkenalan, teman lelaki saya pernah melanggan pelayan pelanggan (GRO) dan menghisap ganja, tapi katanya, dia sudah berhenti kerana ingin menumpukan perhatian pada pelajaran kerana masih menuntut.
Saya berharap Dang Setia dapat memberi panduan supaya hubungan kami berjalan lancar tanpa melakukan maksiat dan saya dapat mengubah sikap buruk teman lelaki.
INSAN MALANG Johor
Jawapan
Dang Setia tidak tahu berapa umur adik kerana adik tidak menyatakannya, namun Dang Setia percaya umur saudari masih muda dan besar kemungkinan masih bersekolah atau menuntut di institusi pengajian tinggi.
Dang Setia membuat andaian ini berdasarkan tulisan adik yang didapati menyerlahkan unsur ketidakmatangan adik. Jika betul andaian Dang Setia, sesungguhnya ia sangat menyedihkan.
Ini kerana, pada usia adik sepatutnya membicarakan soal pelajaran, itu tidak berlaku. Sebaliknya adik membicarakan soal cinta dan maksiat.
Agak lucu dan mengelirukan apabila adik berkata antara sebab adik terpaksa melayan nafsu teman lelaki ialah kerana adik malu kepada keluarga mereka yang mengenali adik.
Pelik, sepatutnya disebabkan malu kepada keluarganya, adik perlu mengelak melakukan maksiat. Seperkara lagi, adik menyatakan teman lelaki mengugut tidak mahu berjumpa adik dalam tempoh panjang dan jika berjumpa pun mesti ditemani keluarga.
Sebenarnya, ini ugutan bagus. Jika perjumpaan sering mendorong kepada maksiat, memang anda berdua sepatutnya tidak berjumpa. Perjumpaan yang turut ditemani keluarga digalakkan Islam kerana boleh mengelak maksiat.
Jadi, kenapa adik perlu kecewa dengan ugutan itu. Adik sepatutnya tiada masalah menerima peraturan itu kerana dengan cara itu adik dapat mengelak melakukan maksiat atau ‘ringan-ringan’ dengan teman lelaki.
Bagi Dang Setia, ini semua sekadar menunjukkan ketidakmatangan adik. Dang Setia juga kesal dan kecewa kerana adik berpendirian tidak mungkin meninggalkan teman lelaki biarpun jelas dia setakat ini lebih banyak membawa adik ke jalan keburukan, bukan kebaikan.
Adik juga sepatutnya tidak terlalu ghairah membimbing teman lelaki ke jalan kebaikan. Memang niat adik baik, tetapi disebabkan tahap kematangan rendah dan pertahanan diri lemah, Dang Setia khuatir niat baik adik tida kesampaian.
Lebih membimbangkan, bukan saja adik gagal membimbingnya ke jalan kebaikan, tapi adik pula yang akhirnya terjerumus ke lembah maksiat. Perkara seperti ini sering berlaku kerana nak ajak orang buat baik bukan senang tapi nak ajak orang buat jahat cukup mudah.
Oleh itu, Dang Setia nasihatkan adik sepatutnya lebih memberi tumpuan untuk memperkuatkan pertahanan diri. Pertahanan atau benteng diri paling ampuh untuk menangkis godaan maksiat ialah iman dan takwa.
Jangan takut dengan ugutan teman lelaki, sebaliknya takutlah kepada Allah dan azab-Nya yang menanti di akhirat. Peraturan atau hukum percintaan yang murni dan sejati langsung tidak berkait dengan penyerahan ‘body’.
Sedarilah, biar seagung mana cinta antara Adam dan Hawa, ia tidak menghalalkan maksiat. Dosa tetap dosa dan azab Allah sangat PEDIH. Jika dia benar-benar cintakan adik dan mahu hubungan berkekalan, dia mesti hentikan permintaan mengarutnya.
Jika dia masih berdegil dan terus memujuk rayu dengan pelbagai helah untuk melakukan ‘ringan-ringan’ terlampaunya, adik tidak perlu teragak-agak untuk memutuskan hubungan. Ingat, daripada ‘ringan-ringan’lah yang akhirnya membawa kepada zina.
Katakan kepada teman lelaki, adik terpaksa memutuskan hubungan bukan kerana tidak cintakannya, tetapi disebabkan saudari lebih cintakan Allah.
Jika dia mahu memutuskan hubungan kerana kemahuannya tidak dituruti, sah yang dia sebenarnya tidak cintakan adik, tetapi hanya mahukan tubuh adik. (Dipetik dari Harian Metro) PTPTN, Status Shariah & Kos Perkhidmatan Oleh Zaharuddin Abd Rahman Terlalu ramai yang bertanya kepada saya tentang PTPTN. Saya cuba mengelak dari membuat sebarang ulasan di dalam web saya kerana mendapat info bahawa mereka sedang dalam proses islamisasi produk mereka. Bagaimanapun demi, bersikap adil kepada hukum dan ilmu, saya tiada pilihan kecuali perlu mengurakannya demi menjawab persoalan orang yang-orang yang bertanya dengan adil. Jawapan mudah saya, apa yang dilakukan dengan 3 % sebagai kos perkhidmatan adalah riba. Bagaimanapun saya mendapat tahu bahawa,pihak PTPTN sedang berusaha untuk mengubah kepada sistem Islam cuma masih gagal mengimplementasikannya disebabkan oleh masalah sistem pengkomputeran sedia ada dan lain-lain masalaha yang tidak diketahui. Saya difahamkan beberapa pakar Shariah dan bank Islam di Malaysia telah membentangkan beberapa cadangan struktur pembiayaan pelajaran baru berlandas aqad Ijarah, Bai' dan lain-lain lagi. Bagaimanapun, banyak yang menemui jalan buntu dan sebahagiannya masih dalam proses penyemakan dan penilaian. Dari sudut Shariah, 3 % yang diletakkan sebagai kos perkhidmatan itu adalah dianggap sebagai Riba. Tidak dinafikan bahawa para ulama sedunia telah meluluskan bahawa halal bagi sesuatu pinjaman yang dibuat atas asas Qardhul Hasan mengenakan sejumlah kos perkhidmatan kepada peminjam, bagaimanapun cara yang digunakan oleh PTPTN adalah tidak menepati fatwa tersebut. Apa itu Qard ‘Qard' dari sudut definisinya bermaksud pertukaran atau perpindahan hak milik sesuatu aset atau wang dari pemilik asal kepada pihak lain dengan syarat, pihak lain itu berkewajiban memulangkan aset atau wang yang dipinjam tersebut atau yang sama nilainya pada kemudian hari. Dalam kata lainnya, ia adalah satu jenis pemberian hutang dalam bentuk sejumlah wang atau pinjaman barangan seperti meminjamkan kereta atau telefon bimbit kepada orang lain dengan syarat ianya dipulangkan semula pada kemudian hari. Pinjaman atau ‘Qard' dalam Islam adalah merupakan satu kontrak yang di asaskan atas dasar bantu membantu, sukarela (tabarru') dan belas kasihan kepada individu yang memerlukan (Al-Mughni, Ibn Quddamah, 4/353). Atas sebab itu, Islam menyanjung tinggi amalan ini sehinggakan Nabi SAW bersabda : "Barangsiapa yang melepaskan satu kesukaran saudaranya, maka Allah akan melepaskan pelbagai kesukarannya di akhirat.." (Riwayat Muslim) Sebuah lagi hadith menyebutkan kelebihan pinjaman tanpa faedah sebagaimana hadith berikut : Dari Anas ra berkata: " berkata Rasulullah SAW, aku telah nampak pada malam aku diperjalankan (pada malam isra' mikraj), tertulis di pintu syurga : satu sedeqah dipergandakan pahalanya sebanyak sepuluh kali, manakala ‘qard' atau pinjaman tanpa faedah digandakan sebanyak lapan belas kali ganda..." (Riwayat Ibn Majah, 2/812) Qard ( Pinjaman ) Tidak Boleh diJadikan Asas Perniagaan Berdasarkan asas tersebut, kontrak pinjaman ini tidak sesekali boleh dijadikan sebagai alat untuk perniagaan atau meraih keuntungan di dalam Islam. Bagi memastikan objektif kebajikan dan bantuan dalam ‘Qard' tercapai, Islam meletakkan kewajiban , bagi setiap pinjaman wang (cth : RM 5000) mestilah dipulangkan pada kemudian hari dengan jumlah yang sama tanpa sebarang tambahan dan manfaat lain yang dipaksakan atau diipersetujui. Sekiranya terdapat sebarang tambahan (cth 3 % dari jumlah RM 5000 sebagai bunga atau manfaat lain), sepakat seluruh ulama menyebut ianya termasuk dalam kategori Riba an-Nasiah yang disepakati haramnya. (Al-Jami' fi Usul al-Riba, hlm 217). Isu kos perkhidmatan dalam pinjaman Sungguh ramai yang mengajukan pertanyaan kepada saya berkenaan hukum kos perkhidmatan dan pengurusan yang dikenakan bagi pinjaman yang diberikan. Terdapat beberapa pihak yang cuba mengenalkan produk pinjaman yang bersifat Islam serta diberi nama "Qardhul Hasan". Istilah ‘Qardhul Hasan' merujuk kepada pinjaman tanpa sebarang faedah, ertinya peminjam hanya perlu membayar wang modal yang dipinjamnya sahaja tanpa sebarang penambahan. Ia dikira sebagai salah satu bentuk ibadat yang amat digalakkan kerana sifatnya yang membantu melepaskan orang lain dari kesukaran dan keperluan mendesak tanpa mengambil sebarang peluang atas kesusahan orang lain dengan mengenakan ‘bunga', faedah atau riba. Walau bagaimanapun, implementasi ‘Qardul Hasan' ini kerap kali tersasar dari tujuan dan konsep asal pinjaman bersifat kebajikan hingga menjadi dwi tujuan, iaitu untuk bantuan dan meraih keuntungan disebalik nama kos perkhidmatan dan pengurusan agar ia menjadi ‘Halal' kononnya. Sebelum membincangkan soal kos perkhidmatan ini, terlebih dahulu saya ingin membawakan keputusan Persidangan ulama antarabangsa di bawah AAOIFI (http://www.aaoifi.com) menyatakan bahawa semua faedah atau lebihan (dari jumlah yang diberi pinjam) yang telah dipersetujui atau disyaratkan di dalam kontrak atau ‘aqad' pinjaman dibuat di awal kontrak atau dikenakan ketika kelewatan pembayaran balik pinjaman sama ada dalam bentuk wang, barangan dan apa-apa manfaat adalah di larang sama sekali dan ia adalah Riba. (Shariah Standard, AAOIFI, hlm 336) Adapun dalam hal kos perkhidmatan, Majlis Shariah AAOIFI dan hasil Keputusan Kesatuan Fiqh Islam Sedunia (dalam sidangnya yang ketiga pada 1986 M) berpendapat DIBENARKAN untuk mengenakan kos perkhidmatan dengan syarat ianya ADALAH KOS SEBENAR. Resolusi mereka juga menyebut, adalah HARAM untuk mengenakan kos yang lebih dari kos sebenar, justeru para Ulama dari persidangan tadi mewasiatkan agar cara untuk mengira dibuat setepat dan sebaiknya. Selain itu, keputusan mereka juga menyebut bahawa kos-kos tidak lansung seperti gaji pekerja, sewaan tempat dan tanggungan lain-lain sesebuah institusi itu tidak boleh dimasukkan di dalam kos pengurusan sebenar bagi sesebuah pinjaman. (Shariah Standard, AAOIFI, no 9/1, hlm 337) Hasilnya, perlu kita fahami bahawa sebarang kos perkhidmatan dan pengurusan yang diletakkan seperti 2 %, 3 % atau 4 % dari jumlah pinjaman dengan hujjah bahawa ianya adalah kos pengurusan adalah tidak boleh diterima sama sekali. Ini adalah bentuk yang dilakukan oleh PTPTN dan lain-lain institusi yang melakukannya. Majlis Penasihat Shariah Dunia di AAOIFI menyebut " It is not permitted to link the charge to the amount withdrawn (given)" ( Shariah Standard, no 10/3/2, hlm 338). Ini adalah kerana peratusan yang dikaitkan dengan jumlah pinjaman ini menyebabkan jumlah kos pengurusan yang pada asalnya adalah sama (kerana menggunakan alatan dan system yang sama), menjadi berubah mengikut jumlah pinjaman yang diberi. Inilah Riba yang berselindung di balik nama kos pengurusan dan ‘Qardul Hasan' namanya. Bayangkan, jumlah kos sebenar bagi sesuatu pinjaman yang diberikan kemungkinan hanya (sebagai contoh) sebanyak RM 500 bagi setiap transaksi komputer, peguam, cukai stamp dan lain-lain kos sebenar urusan pinjaman atas asas ‘Qardul Hasan'. Dalam keadaaan ini, sepatutnya sesiapa sahaja yang meminjam, tanpa mengira berapa pun jumlah pinjaman mereka maka akan dikenakan satu jumlah kos sebenar pengurusan yang tetap dan tepat iaitu RM 500. Bagaimanapun, apabila diletakkan satu jumlah peratusan seperti 2 % dan lainnya. Jumlah kos pengurusan tadi sudah pasti akan berubah mengikut jumlah pinjaman yang diberi, tatkala itu kos pengurusan tidak lagi menjadi kos pengurusan tetapi menjadi kos faedah dan riba yang dikenakan bagi setiap sen duit atau wang yang dipinjamkan. Akhirnya, mesej yang ingin saya sampaikan dari tulisan kali ini tidak lain adalah untuk memastikan nama ‘Qardul Hasan' dan fatwa oleh ulama sedunia berkenaan keharusan kos pengurusan atas pinjaman tidak di salahkan gunakan atau di salah fahami. Yang Sudah Berlalu & Alternatif Bagi yang sudah terlepas. Wallahu ‘alam, mungkin anda boleh di anggap dalam situasi 'hajiat' ( keperluan yang agak mendesak bagi mencapai fardhu ‘ain dan Kifayah iaitu belajar) jika sememangnya tiada bantuan kewangan lain yang boleh diperolehi di ketika anda memohon. Wallahu a'lam. Allah SWT telah menyebut dgn jelas ertinya : " Allah tidak membebankan seseorang perkara yang tidak tidak dimampuinya" Bilamana seseorang tiada jalan lain lagi yang boleh di perolehi untuk mendapatkan bantuan kewangan pelajarannya, cuma PTPTN saja yang layak (pinjaman PTPTN pula pula dibuat secara Riba), atau bagi sesiapa yang telah terlanjur terlibat dengan Riba ini, tidak banyak yang boleh saya nasihatkan kecuali bertawbat kepada Allah atas ketidakmampuan mengelak itu dan berdoa agar anda tidak di bebankan dengan dosa ini dengan hati yang tidak redha. Mungkin ia boleh diqiyaskan kepada kisah sahabat yang mengucapkan kalimah kufur kerana terpaksa tetapi hatinya sentiasa beriman kepada Allah dan tidak redha dengan kalimah yang terpaksa di ucapkan itu. Bagaimanapun sahabat nabi tadi diancam dengan bunuh, manakala peminjam PTPTN diancam dengan tertutup peluang belajar ?. Adakah sama ?. Tidak juga, kerana belajar ilmu boleh didapati dalam pelbagai cara termasuk yang percuma seperti di web saya ini. Ringkasnya, memang sukar sebenarnya untuk mangangkat tangan mengatakan "saya dharurat ustaz" atau 'saya amat terdesak' sehingga terlibat. Lebih membimbangkan ada ura-ura untuk mewajibkan ibu bapa menjadi penjamin kepada pinjaman PTPTN si anak. Ini bermakna ibu bapa juga akan termasuk dalam kumpulan yang terlibat dengan riba dengan jaminannya. Apapun, jika terlibat juga ia bukanlah dosa 100 % terhasil dari diri anda, tetapi pengurusan berwajib yang lebih besar tanggungannya di sisi Allah SWT. Bagaimanapun, inisiatif pengurusan PTPTN untuk mengubah cara pemberian bantuan yang selari dengan kehendak Islam dan bertepatan dengan agenda kerajaan "ISLAM HADARI" , boleh di puji, ia pasti dilihat oleh ALLAH swt sebagai satu azam kepada kebaikan. Cuma kita mengharapkan ia lebih dari azam lalu menjadi realiti. wallahu alam. Saya amat memahami bahawa biasiswa dan zakat pula mungkin amat sukar untuk diperolehi. Apapun, sepatutnya di usahakan terlebih bantuan lain dahulu sebelum mengangkat tangan 'mengalah' dan mengambil yang riba. Bagi saya, adalah lebih baik bagi pelajar yang belajar di dalam Malaysia untuk membuat pinjaman tanpa faedah dengan ibu bapa atau adik beradiknya ( jika mereka orang mampu) dari membuat pinjaman PTPTN yang mengenakan % tertentu sebagaia 'kos perkhidmatan' kecuali jika anda belajar di luar negara yang kosnya terlalu tinggi. Selain itu, ada beberapa buah bank Islam ada menawarkan pembiayaan pendidikan yang distruktur secara bai Inah. Adalah lebih baik untuk mendapatkan perkhidmatan ini dari terjebak dalam RIba walaupun mungkin kosnya lebih tinggi. Saya juga ingin mencadangkan agar anda membuat surat memohon agar dihapuskan pembayaran 3 % itu kepada pihak PTPTN, sekiranya mereka luluskan. Alhamadulillah, sekiranya mereka tidak meluluskan, maka tanggung jawab yang sudah terlepas menggunakannya telah dikira terlepas. Bagaimanapun, jika anda gagal mendapatkan rebate dari PTPTN, maka hutang tersebut masih wajib dibayar penuh menurut undang-undang Malaysia. Saya hanya mampu mencadangkan agar rayuan pelepasan dibuat sahaja. Lebih elok jika rayuan dibuat sambil menampilkan prestasi cemerlang di universiti, mungkin ada peluang untuk mendapat pelepasan sebagaimana jenis 'pinjaman boleh ubah', yang mana kos tamabahan itu boleh dihapuskan apabila pelajar mendapat skor tinggi. Jika benar PTPTN ada menyediakan ruang bagi mereka yang skor untuk dihapuskan kso perkhidmatan riba itu. maka menajdi WAJIB bagi pelajar untuk meraih skor itu, tidak bersungguh bagi mendapatkannya akan dikira sebagai berdosa. Kerana ada peluang untuk elak , tetapi bermalasan untuk mencapainya. Selamat belajar dalam berkat Allah...... Sekian (Dipetik dari www.zaharuddin.net)
|